TOBA, HETANEWS.com - Proyek revitalisasi pasar Balairung Balige tak kunjung rampung. Pedagang kecewa omset berkurang drastis. Sementara Pemkab Toba pesimis pihak ketiga mampu menyelesaikan proyek.

Asosiasi Pedagang Balige menuding pihak ketiga tidak profesional. Sesuai dengan informasi plang proyek, pengerjaan  revitalisasi seharusnya rampung pada akhir 2021.

Keterlambatan proyek ini menimbulkan keresahan para pedagang dan menimbulkan omset penjualan menurun drastis.

Revitalisasi pasar tradisional Balairung senilai Rp. 23.356.657.000 dikelola oleh PT Robinson Maju Bersama sumber keuangan APBN 2020/2021 Kementerian PUPR Dirjen Cipta Karya.

Pengurus Asosiasi Pedagang Balairung, Kardiman Pardede mengatakan, awalnya para pedagang  keluar dari pasar saat dimulainya revitalisasi.

"Berdasarkan informasi dari papan proyek bahwa waktu pekerjaan sekitar 15 bulan dan selesai pada akhir tahun 2021, namun hingga awal tahun 2022 belum ada tanda tanda kapan bangunan itu bisa dipergunakan," kata Kardiman, Jumat (14/1/2022).

Ia mengatakan, sejumlah pedagang menyewa tempat menunggu proyek selesai dikerjakan. Adapun diantaranya menyewa ruko yang harganya hingga puluhan juta rupiah.

"Setelah dipindahkan kami harus merogoh kocek lebih banyak untuk sewa ruko, sangat berbeda saat berjualan di dalam Balairung Balige hanya membayar retribusi per tahunnya," tambah Kardiman.

Asisten II Pemkab Toba, Sahat Manullang mengaku prihatin dengan keluhan para pedagang.

Ia mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melakukan sosialisasi dengan pihak Kontraktor, dan mereka  berjanji dapat menyelesaikan pada akhir bulan Desember 2021.

"Namun hingga saat ini yang telah memasuki tahun 2022 belum juga dapat diselesaikan pihak kontraktornya," ungkapnya.

Pemkab Toba, kata Sahat, khawatir keterlambatan proyek ini akan menimbulkan gejolak di masyarakat terutama kepada para pedagang.

Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan sosialisasi lanjutan dengan pihak kontraktor agar menyelesaikan revitalisasi.

Adapun pihak ketiga berjanji akan menyelesaikan proyek pada tanggal 19 Januari 2022.

"Akan tetapi jika kita lihat di lapangan hingga saat ini pihak kontraktor tidak memungkinkan menyelesaikanya," ungkapnya.

Masih kata Sahat, dalam hal ini Pemkab Toba bukan sebagai pengguna anggaran namun hanya mengawasi pekerjaan yang dilakukan oleh pihak kontraktor.

Oleh karena itu pihaknya berharap pengerjaan proyek segera diselesaikan, mengingat kondisi pasar yang mulai semrawut.