HETANEWS.com - Di antara 69 saksi yang telah diperiksa terkait kasus Subang yang terjadi pada 18 Agustus 2021 dinihari ada 3 saksi yang sering diperiksa yakni Yosef, Yoris, dan Danu.

Pengungkapan kasus Subang seperti terjadi carut marut karena ada banyak drama ada banyak kontradiksi dan kontroversi yang terjadi di ketiga saksi tersebut yakni Yosef, Yoris, dan Danu.

Ada saksi lain yang juga sering diperiksa di kasus Subang yakni istri muda Yosef, Mimin Mintarsih. Namun, Mimin tidaklah seintens Yosef, Yoris, dan Danu yang paling sering tampil di media.

Kontradiksi dan kontroversi Yosef, Yoris, dan Danu itulah yang pernah jadi sorotan publik yang membuat seolah kasus Subang carut marut, yang membuat pengungkapan kasus tersebut berlarut-larut.

Dalam analisa terbaru, melalui kanal Youtube Anjas di Thailand, Anjas menganalisa kontroversi dan kontradiksi yang menyangkut Yosef, Yoris, dan Danu di kasus Subang.

Bahkan, kontroversi dan kontradiksi tersebut masih terjadi dan jadi bahan pembicaraan publik saat kasus pembunuh ibu dan anak di Subang itu, sudah berjalan 4 bulan atau mau memasuki bulan kelima.

Menurut Anjas, kontroversi dan kontradiksi itu berdasarkan fakta-fakta yang telah menyebar di media massa.

Dari kiri ke kanan: Yosef, Yoris dan Danu yang banyak kontroversi dan kontradiksi di kasus Subang /Kolase Dok. DeskJabar/

Baca juga: Fakta Terbaru Kasus Subang, Kemarin Danu, Sekarang Borok Yoris Dibongkar Anjas 'Ini Jejak Digitalnya'

Yosef

Menurut Anjas, yang paling memberatkan dari pak yosef adalah ekpresi pada hari kejadian dan noda merah di baju yang dia kenakan, saat dia berada di TKP tanggal 18 Agustus 2021.

Dari tayangan Youtube yang diunggah di kanal Youtube Heri Susanto, ada tayangan saat Yosef diwawancara Kapolres Subang AKBP Sumarni di TKP tanggal 18 Agustus 2021 pagi.

Saat Kapolres Subang meminta Yosef menceritakan kronologi penemuan jasad di dalam mobil Alphard hitam milik Tuti. Sebab, Yosef lah orang pertama yang datang ke TKP pada tanggal 18 Agustus 2021 pagi.

Yosef kemudian memaparkan kronologi saat dia datang ke TKP kejadian kasus Subang tersebut. Dia memaparkan ceritanya tanpa ada ekpresi sedih, padahal yang jadi korban adalah istri dan anaknya yang dibunuh secara keji.

“Ekpresi itu sifatnya subjektif, yang menurut saya pak Yosef terlihat tegar saat cerita kronologi ditanya Kapolres,” ujar Anjas.

Justru fakta yang tidaklah subjektif adalah soal noda yang ada di kancing atau kerah baju Yosef. Yosef sendiri sudah mengklarifikasi bahwa noda tersebut berasal dari air di bak mandi. Itu sejalan dengan cerita kronologi saat ditanya kapolres Subang.

Di situ Yosef menceritakan saat di rumah TKP dia mencari keberadaan Tuti dan Amel hingga ke kamar mandi dan melihat bak mandi dalam keadaan kotor, dan dia sempat memasukkan tangannya ke dalam air di bak mandi.

“Bagaimana mungkin ada bercak merah masih belum ada keterangan. Ini bisa dikonfirmasi dari  DNA. Apakah itu benar darah? Atau asal darah dari mana, dari kedua korban atau bukan?” papar Anjas.

“Atau tipikalnya noda itu dari sumbernya langsung atau dari benda lain misalnya dari alat yang digunakan oleh eksekutor,” ujar Anjas menambahkan.

Baca juga: Ekslusif, Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Diumumkan, Ini Penjelasan Ahli Hukum Polda Jabar

Danu

Menurut Anjas, Danu paling banyak kontradiksinya serta kontroversi dari keterangan-keterangannya. Kontroversi pertama adalah saat anjing pelacak beberapa kali mengendus dan menggonggong ke arah Danu.

Terus ada keterangan Danu saat diwawancara Ki Anom dan Kepala Desa Jalancagak, Indra Zainal. Di situ Danu mengatakan bahwa saat tanggal 18 Agustus 2021 dinihari, dia keluar jam 3 pagi untuk membeli nasi goreng.

Dan dia mengatakan melihat ada sosok di TKP kasus Subang atau di rumah almarhum Tuti Suhartini. Meskipun kemudian itu sudah diklarifikasi baik oleh kuasa hukum danu di kemudian hari dan oleh pihak keluarganya.

Dari keterangan kuasa hukum Danu, Achmad Taufan, disebutkan bahwa saat Danu belum didampingi kuasa hukum, beberapa kali Danu diajak keliling oleh polisi.

Sepulang diajak keliling oleh polisi tersebut, dia tidak langsung pulang ke rumah melainkan diajak Indra Zainal ke kantor desa dan di situ ada Ki Anom.

“Tapi yang lebih mengejutkan lagi, kuasa hukum Yosef yakni pak Rohman menatakan bahwa Danu pernah buat BAP, yang menurut saya sekitar akhir Agustus atau awal September, yang menyatakan Danu klaim bahwa orang yang terkiat adalah pak Yosef dan ibu Mimin,” tuturnya.

Tapi kemudian ada klarifikasi bahwa keterangan itu hanya karangan saja makanya Danu tidak mau tandatangan BAP.

Apakah kontroversi atau kontradiksi yang dilakukan Danu itu sebagai sebuah kejujuran atau framing.

“Tapi kenapa penyidik tidak menjadikan itu sebagai sebuah petunjuk untuk mengarah siapa pelakunya, atau sudah dilakukan tapi ada dugaan masalah psikologi, apakah benar dia mendapat tekanan mental sehingga dia mengarang cerita,”papar Anjas.

Bahkan dalam sebuah wawancara Indra zainal mengatakan Danu saat datang ke TKP tanggal 18 Agustus 2021 pagi sudah mengetahui ada 2 jasad di mobil Alphard.

“Padahal, jam segitu belum ada yang tahu. Inafis lah yang pertama, yang membuka bagasi Alphard sekitar jam 10 ke atas,” tutur Anjas.

Baca juga: Mengejutkan, Kasus Subang Dimonitor Propam Mabes Polri, Adakah Polisi Terlibat, Ini Penjelasan Achmad Taufan

Yoris

Kontroversi Yoris di media massa adalah tentang kunci otomatis mobil Alphard. Hal itu dikemukakan di TKP pada tanggal 18 Agustus 2021. Saat itu dia berbicara kepada tetangganya, namun tidak sadar terekam oleh salah seorang Youtuber.

Di situ dalam obrolan dalam bahasa Sunda, Yoris menyatakan bahwa kunci otomatis mobil Alphard ada di tangannya disimpan di dalam HP.

Namun, di kemudian hari itu diralat oleh Yoris dengah mengatakan salah ucap. Dengan menyatakan bahwa mobil Aphard milik ibunya itu mobil tipe lama yang tidak ada kunci otomatisnya.

Kemudian juga ada keterangan Yoris soal mobil Yaris milik Amel, saat dibawa dari TKP kasus Subang, mobil itu tidak dibawa ke Polsek jalancagak melainkan di bawa ke sebuah tempat.

Kontroversi ketiga adalah keputusannya hengkang dari kuasa hukum ATS Lawfirm bergabung dengan kuasa hukum ayahnya yakni Rohman Hidayat. Padahal, menurut Anjas, di 4 bulan pertama kasus Subang, kedua kubu antara Yosef dan Yoris saling serang satu sama lain.

“Bahkan bisa saja di BAP serangan-serangannya lebih prontal, hanya saja tidak terpublikasi ke media massa,” tutur Anjas.

Itulah yang membuat publik bertanya ada apa Yoris pada akhirnya bergabung bersama ayahnya Yosef, apakah Yoris sudah sadar banyak fakta yang mengarah kepada Danu, atau again dari stretegi lain.

Baca juga: Update Berita Subang Terkini: Unsur Tidak Percaya dan Kambing Hitam, Simak Penjelasannya

Sumber: deskjabar.oikiran-rakyat.com