Medan, hetanews.com - Polrestabes Medan terus menyelidiki penyebab tewasnya Bripda D (21) yang tertembak di Barak Sabhara Polresta Medan, Sabtu (28/3). Korban diduga tewas ditembak rekannya Bripda KHN (23) dengan jenis pistol glock.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Eddison Isir mengungkapkan, Bripda KHN telah diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,

"Kita sudah melakukan penyelidikan dan telah menetapkan 1 tersangka, Bripda KHN. Sejauh ini ada 11 saksi yang dimintai keterangan terhadap kasus ini," ujar Johnny kepada wartawan, Senin (30/3).

Bripda KHN diduga tidak sengaja menembakkan senjata itu ke korban. Bripda KHN mengira senjata itu tidak terisi peluru.

Penetapan tersangka Bripda KHN, kata Isir, berdasarkan hasil pra rekonstruksi yang sudah digelar polisi. "Penyidikan sementara motif yang bersangkutan adalah bercanda sambil menodongkan pistol dan berujung kematian," ungkapnya.

Johnny juga membenarkan bahwa senjata yang digunakan pelaku milik Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Sumut, AKBP Bagus Oktobrianto. Saat ini institusinya sedang menyelidiki bagaimana senjata itu sampai ke tangan KHN.

" Masih mendalami mengapa senjata itu bisa sampai di tangan yang bersangkutan," pungkasnya.

Bripda D bertemu dengan rekannya Bripda KHN dan rekan lainnya di barak Satsabhara Polrestabes Medan, Sabtu (29/3), sekitar pukul 15.30 WIB.

Saat itu, Bripda D diduga mengambil pistol jenis glock milik Bripda KHN. Lalu karena lalai mengunakan senjata tersebut, Bripda D diduga justru menembak ke arahnya sehingga membuatnya terluka parah dan tewas.

Namun, belakangan diketahui bahwa Bripda D tewas bukan karena lalai. Melainkan diduga karena kelalaian rekan seprofesinya, Bripda KHN, yang menembakkan ke arahnya lantaran bercanda dan mengira di dalam senjatanya tidak ada pelurunya.

sumber: kumparan.com