Medan, hetanews.com - Dua orang guru SMP Negeri 28 Medan diduga menghina salah seorang murid perempuannya. Mereka mengatakan sang murid dengan sebutan miskin dan bodoh saat pembagian rapor.

Dari informasi yang dihimpun aksi tersebut awalnya diketahui Wakil Anggota DPRD Kota Medan Ihwan Ritonga. Sang murid merupakan siswa dari keluarga kurang mampu yang ia bina.

Murid itu mengatakan, sudah 2 kali sang guru mengatakan hal tersebut. Saat kejadian siswa itu dipanggil untuk mengambil rapor, lalu mereka menyebut murid malang itu dengan sebutan bodoh.

Ihwan selanjutnya mendatangi sekolah itu pada Selasa (11/1). Dia lalu meminta oknum guru tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Terpisah Wali Kota Medan Bobby Nasution sudah mengetahui hal itu. Guru itu akan mendapat peringatan.

“Besok akan kita panggil guru dan kepala sekolahnya, akan kita beri peringatan. Itu guru ASN (aparatur sipil negara),” kata Bobby kepada wartawan, Kamis (13/1).

Bobby sangat menyayangkan sikap oknum guru tersebut. Seharusnya kata Bobby, sebagai tenaga pendidik bisa menjaga amanah orang tua siswa yang menitipkan anak belajar di sana

Seorang guru juga harus bijaksana dalam memandang berbagai persoalan.

“Sekolah itu, bukan hanya untuk pintar dalam pelajaran, tapi pintar dalam bergaul, pintar dalam mengatur emosional dan juga pintar dalam bidang lain,” ujarnya.

Jadi kata dia, kelebihan siswa tidak hanya dinilai dari aspek keilmuan saja.

“Tapi semua aspek harus juga bisa, jadi tidak ada (istilah) kurang di mata pelajaran, terus dianggap bodoh, dianggap tidak mampu, jadi harus melihat aspek lain pasti ada kelebihan lainnya,” tegas Bobby.

sumber: kumparan.com