HETANEWS.com - Media sosial tengah ramai kabar tentang Ghozali Everyday alias Sultan Gustaf Al Ghozali yang menjual koleksi foto selfie dirinya sebagai NFT (Non Fungible Token) di platform marketplace NFT OpenSea.

Koleksi foto selfie tersebut berisi 933 potret foto selfie yang diabadikan sejak 2017 hingga 2021. Hingga Jumat (14/1) siang, koleksi foto itu sudah menampung volume transaksi (traded volume) mencapai 314 Ethereum atau jika dirupiahkan sekitar Rp 14 miliar.

Apa itu NFT?

Pengamat yang berkecimpung di bisnis NFT, Fajar Widi menjelaskan bahwa NFT atau Non Fungible Token merupakan sebuah aset digital yang mewakili barang berharga yang bisa diperjualbelikan melalui marketplace NFT.

“Non-Fungible Token (NFT) merupakan sebuah aset digital yang mewakili barang berharga dengan nilai yang tidak dapat diganti atau ditukarkan. Julal beli NFT bisa dilakukan di NFT marketplace seperti opensea, tokocrypto, kolektibel,” ujar Fajar kepada kumparan, Jumat (14/1).

Ghozali menjual potret dirinya sebagai NFT di OpenSea Foto: Screenshot

NFT banyak digunakan untuk mewakili sebuah barang utamanya yang bisa disimpan dalam bentuk digital, baik itu foto, suara, atau video. Bisa dibilang NFT adalah sebuah sertifikasi kepemilikan terhadap sebuah file digital.

NFT ini ditautkan ke sistem besar blockchain. Dengan kata lain, NFT tidak berbeda jauh dengan aset mata uang kripto lainnya. Hanya saja, NFT hanya bisa diperjualbelikan tidak bisa dipertukarkan.

Lebih gampangnya, Fajar memberi analogi NFT ini seperti kartu basket NBA yang marak di tahun 90-an. Saat itu sebuah kartu bisa dijual dengan harga yang sangat mahal karena keaslian dan produksinya yang terbatas.

Bedanya, NFT ini seperti kartu tersebut tapi dalam bentuk digital. Dengan membeli kartu tersebut, pembeli hanya mendapat hak kepemilikannya saja.

“NFT itu ibarat kartu. Bedanya bentuknya adalah digital dan tersimpan di blockchain,” pungkasnya.

Bagaimana Cara Membuat NFT?

NFT merupakan aset berbasis blockchain, sebab itu hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat dompet web3. Dompet web3 adalah e-wallet untuk membuat, mengirim, dan menerima uang dalam bentuk token NFT yang berbasis blockchain.

Kedua adalah membeli ether (ETH) dari bursa atau broker cryptocurrency. ETH adalah koin yang dibuat Ethereum, salah satu jenis mata uang kripto. Sebagian besar platform memungkinkan menyelesaikan pembelian menggunakan kartu kredit/debit atau bank.

Ketiga adalah menyiapkan produk yang akan diperjualbelikan. Bisa berupa video, audio, maupun gambar 2 dimensi atau 3 dimensi dengan ukuran maksimum 100 MB.

Keempat adalah upload di marketplace NFT. Beberapa marketplace NFT seperti OpenSea, Mintable, Nifty Gateway, atau Rarible.

Sumber: kumparan.com