HETANEWS.com - Mengejutkan, ternyata Kasus Subang juga mendapat pengawasan dari Propam Mabes Polri. Ada apa gerangan, apakah ada oknum polisi yang terlibat?

Mengapa Propam Mabes Polri harus memonitor kasus Subang? Padahal kalau lihat tugasnya, divisi Propam menegakkan disiplin dan ketertiban di lingkungan Polri, serta menindaklanjuti pengaduan masyarakat apabila anggota kepolisian terindikasi melanggar aturan.

Adanya pengawasan Propam Mabes Polri dalam proses pengungkapan kasus Subang, dikemukakan oleh kuasa hukum Danu, Achmad Taufan, dalam kanal youtube Heri Susanto yang tayang pada Kamis 13 Januari 2022.

Masalah polisi di kasus Subang ini pernah jadi perbincangan rame publik, saat publik membicarakan soal keberadaan Danu dan Banpol di TKP kejadian, serta kehadiran Yosef, Yoris, dan Mulyana di hari yang sama pada 19 Agustus 2021, atau sehari setelah kejadian.

Masalah tersebut menjadi perbincangan publik karena keberadaan mereka di TKP kejadian yang masih dijaga garis polisi, yang pada saat itu olah TKP dinilai belum selesai.

Sebab, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Yani Sudarto saat merilis foto sketsa terduga kasus pembunuhan Subang itu mangatakan bahwa dalam pengungkapan kasus yang telah merengut nyawa Tuti Suhartini (55) dan Amel (23) itu melakukan 5 kali olah TKP.

Sementara itu menanggapi soal kehadiran para saksi di TKP pada 19 Agustus 2021, Achmad Taufan yang saat itu masih menjadi kuasa hukum Yoris dan Danu, memaparkan soal reaksi Kapolres Subang.

Dikutip dari kanal Youtube Heri Susanto yang tayang pada Selasa, 16 November 2021, Achmad Taufan mengemukakan, Kapolres Subang AKBP Sumarni shock dan kaget saat mendapat pemberitahuan mengejutkan dari salah satu saksi utama kasus pembunuh ibu dan anak di Subang yakni Yoris.

Dalam pernyataan Achmad Taufan berdasarkan keterangan Yoris, kliennya itu pernah menceritakan kepada Kapolres Subang AKBP Sumarni, soal Kanit Taryono yang menyuruh Yoris untuk mengambil mobil Yaris milik almarhum Amel.

"Yoris pun menceritakan soal Kanit Taryono yang menyuruhnya untuk mengambil mobil Yaris, kepada Kapolres Subang. Saat itu, Kapolres Subang kaget dan shock mendengarnya,” tutur Achmad Taufan.

Achmad Taufan juga meminta polisi saat itu untuk mendalami soal banpol yang menyuruh Danu masuk ke TKP dan menguras bak mandi. “Apa motifnya, apa alasannya, siapa yang menyuruh,” tuturnya.

Yoris sendiri saat itu mengatakan bahwa kenal dengan sosok Banpol tersebut karena sering melihat banpol itu di kantor Polsek Jalancagak Subang.

Dalam kanal Youtube Heri Susanto yang tayang pada 13 Januari 2022, Achmad Taufan mengemukakan bahwa pada prinsipnya semua pihak harus percaya pada kepolisian.

“Pada prinsipnya yang harus dipegang, kita harus percaya kepolisian, walaupun dalam perjalanan mencuat soal banpol ada yang suruh kanit A, pada saat itu beberapa case ada polisi si A,si B, si C di TKP..,” tuturnya.

“Kalaupun ada asumsi-asumsi kenapa oknum ini selalu ada, selalu ada dalam rangkaian itu, saya yakin kepolisian bisa memahami apa yg terjadi,” ujar Achmad Taufan melanjutkan.

Tapi yang harus disadari, menurut Achmad Taufan, kasus Subang ini juga dipantau Mabes Polri, Propam Mabes Polri kalau ada polisi yang mencurigakan, itu tuganya propam.

Dalam teleconference, Achmad Taufan mengatakan Propam Mabes Polri ikut monitor kasus Subang /Youtube Heri Susanto/

Sketsa utuh

Mengenai sketsa terduga kasus Subang yang dirilis Polda Jabar pada 29 Desember 2021, Achmad Taufan yakin saat itu polisi telah bergerak.

Achmad Taufan mengakui, dengan hanya dirilis foto sketsa yang tampak dari belakang dan samping, publik bingung bagaimana mereka bisa mencari orang yang hanya tampak dari belakang dan samping dengan pakaian kotak-kotak hitam.

“Tapi saya yakin polisi punya cara dengan adanya sketsa ini, dengan progress bahwa sketsa yang dirilis itu bukan bagian dari saksi. Polisi juga kelihatannya tahu motifnya seperti apa,” ujarnya.

Achmad Taufan juga yakin bahwa kenapa Polda Jabar merilis sketsa tampak depan dan samping, adalah bagian dari strategi Polda Jabar.

“Mungkin juga ini stragegi kepolisian kita dikasih sketsa dari belakang dan samping biar terduga tidak juga jumawa,” paparnya.

“Saya yakin polisi sudah bergerak. Saya yakin polisi sudah punya sketsa utuh dan jelas orangnya dimana, keluarga siapa,” ujar Achmad Taufan menambahkan.

Baca juga: Ekslusif, Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Diumumkan, Ini Penjelasan Ahli Hukum Polda Jabar

Sumber: deskjabar.pikran-rakyat.com