SIANTAR, hetanews.com - Bupati Toba Poltak Sitorus di Tahun 2022 menargetkan wisatawan yang mengunjungi Kabupaten Toba minimal sebanyak 1 Juta Wisatawan, dengan mengedepankan program Dalihan Natolu, program ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat Kabupaten Toba bahwa pentingnya keramahan dan kenyamanan wisatawan.

Awalnya Poltak Sitorus kepada wartawan, Kamis (13/01/2022) menyebutkan selama Tahun lalu, Pemkab masih memperbaiki infrastruk dibidang pariwisata, namun di Tahun ini Pemkab Toba akan menggenjot promosi pariwisata.

"Sekarang ini memang kita masih melakukan pembangunan infrastruktur tetapi kedepan kita akan genjot promosi, sehingga wisatawan yang datang bukan hanya dari lokal, ada juga dari nasional bahkan International,"ucapnya.

Diakui Poltak Sitorus kendala yang masih dialami adalah kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesopanan dan kenyamanan bagi wisatawan untuk itulah kata Poltak Pemkab Toba memiliki program Dalihan Natolu yang mana Dalihan Natolu merupakan kepribadian dari orang Batak.

"kita coba gali budaya kita, dan kita usahakan agar masyarakat benar-benar menjadi pribadi yang rama terhadap wisatawan, ternyata keperibadian yang rama itu kita orang Batak punya, namanya Dalihan Natolu, jadi nanti kita akan bangkitkan kembali, Manak Mardongan Tubu, Elek Marboru, Somba Marhula-hula,"jelasnya.

"Somba itulah yang kita buat, cara melayani wisatawan, kita jelaskan bahwa semua wisatawan itu adalah hula-hula, sehingga otomatis masyarakat akan ramah terhadap wisatawan,"tambahnya.

Diakui Poltak hal tersebut tidak lah mudah, namun dia tetap optimis hal itu dapat dilakukan sebab hal ini juga mempengaruhi perekonomian masyarakat.

"Tetapi tidak seperti membalikkan tangan ini, kita akan pelan-pelan merubah itu, tapi saya yakin berubah,"ucapnya dengan optimis.

Poltak menyebutkan program itu terlebih dahulu dipraktekannya di Pemerintahannya, dan dia menyebutkan hal itu telah berhasil bahkan telah menjadi budaya di pemerintahan Toba.

"Karena kami dipemerintahan sekarang, sudah kita rubah sikap yang sopan kalau ada tamu sudah menjadi budaya, sekarang tinggal mensosialisasikan kemasyarakat,"katanya.

Dijelaskan Poltak mengapa dia mengambil program yang merupakan keperibadian dari orang Batak, masayarakat di kabupaten Toba mayoritas adalah orang Batak, hal itulah yang menjadi pertimbangannya.

"memang harus kita ambil dari kepribadian yang kita punya, kita tonjolkan, kalau dari luar kita ambil, kita coba masukkan ke orang batak kayaknya susah, jadi Dalihan Natolu itulah kita gunakan, sebab Batak itukan Raja, makanya kita katakan kemasyarakat kalau Raja berarti punya keperibadian yang baik seperti Raja,"jelasnya.

Selain Program Dalihan Natolu, Pemkab juga memiliki program wisatawan berkali-kali datang ke Kabupaten Toba.

"Masyarakat masih belum memahami keinginan dari wisatawan, masih memikirkan keinginannya, memang Bisnis tetapi agar Bisnis lancarkan kita harus menyediakan kenyamanan dan keindahan bagi wisatawan, jadi inilah yang berusaha kita jelaskan kepada masyarakat,sehingga ada niat dari wisatawan untuk datang kembali, bukan satu kali datang saja, makanya kita juga programkan wisatawan berkali-kali datang ke tempat kita,"jelasnya.

Untuk itulah Poltak menargetkan jika Tahun ini, Pemkab Toba menargetkan 1 Juta wisatawan yang mengunjungi Kabupaten Toba.

"Kita rencanakan minimal 1 Jutalah,"katanya dengan tegas.

Terkait Keramba Jaring Apung (KJA), di Tahun ini Pemkab Toba juga memperogramkan untuk menertibkan KJA di Danau Toba, sebab dia telah mencanangkan 2 Fungsi untuk Danau Toba yakni Taman dan Pembangkit Tenaga Listrik.

"Tahun ini kita programkan untuk penertiban KJA, dan kita kordinasi dengan Provinsi dan pusat, nah kalau kami saya sudah sampaikan, bahwa Toba itu diberikan hanya 2 fungsi satu untuk taman dan pembangkit listrik, selebihnya jangan,"katanya.

Poltak menyebutkan untuk penghasil ikan nantinya dia menyerahkan itu kepada Nelayan, bukan kepada KJA, dan Pemkab akan membantu dengan menabur ikan di Danau Toba yang nantinya bisa diambil oleh Nelayan.

"kalaupun mau menghasilkan ikan, kita harapkan nelayanlah yang melakukannya, bukan cara membuat kramba, tetapi kita berencana untuk menabur ikan di Danau Toba, yang kemudian nanti Nelayan lah yang bisa mengambilnya,"tutupnya