HETANEWS.com - Kasus pembunuh ibu dan anak di Subang kembali menjadi perbincangan karena masyarakat Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya ingin mengetahui siapa pelaku pembunuh sadis pada Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu alias Amel tersebut.

Spekulasi muncul bahwa memang pelakunya diduga orang terdekat. Orang terdekat yang saat ini dijadikan saksi memang banyak, yang paling ramai disebut sebut dan paling sering dijadikan saksi kasus pembunuh ibu dan anak di Subang adalah Yosef, Yoris, Danu dan Bu Mimin.

Namun dengan adanya sketsa wajah yang dirilis Polda Jabar itu mengaburkan bahwa ternyata tersangkanya masih muda dan jauh dari prediksi yang selama menjadi dugaan seperti orang terdekat tersebut.

Namun DeskJabar.com secara ekslusif mendapatkan bocoran bahwa pengumuman tersangka pembunuh ibu dan anak di Subang akan segera diumumkan bulan ini.

Sumber tersebut langsung diwawancara tim DeskJabar.com, dengan pertanyaan berarti tidak akan lama lagi yah kasus Subang ini akan diumumkan.

"Ya saya rasa di bulan ini sudah ditetapkan," ujar Pakar Hukum DR Musa Darwin Pane saat dihubungi DeskJabar.com Jumat 14 Januari 2022 siang.

Sekilas mengenai DR Musa Darwin Pane, dia adalah seorang ahli hukum yang bergelar doktor, sehari hari dia mengajar di Fakultas Hukum Unikom Bandung.

Musa Darwin Pane kerap diminta oleh Polda Jabar dan juga Polda lainnya untuk dimintai pendapatnya sebagai ahli hukum pidana.

Jadi dia sudah menjadi terbiasa karena kepiawaian dan karena keilmuannya diminta pendapatnya. Berkali kali diminta pendapat bila kasus kasus besar seringnya di Polda Jabar.

Ketika ditanya kasus apa saja yang kini diminta pendapatkan sebagai ahli dia merahasiahkan. Tapi ketika ditanya soal kasus Subang, DR Musa Darwin Pane yang juga sering jadi narasumber mengemukakannya dengan gamblang.

Bahkan dia menyebut seolah sudah memastikan bahwa Januari 2022 ini akan segera diumumkan tersangka pembunuh ibu dan anak di Subang. Musa Darwin Pane pun terlihat tanpa ragu menyebutnya bahwa kasus ini akan diumumkan pada Januari 2022 ini.

Hal tersebut menurut DR Musa Darwin Pane karena memang penyidik Polda Jabar sudah mengantongi dua alat bukti dan sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak mengumumkannya. Sehingga Musa Darwin Pane memprediksi akan diumumkan sekarang sekarang ini.

Musa Darwin Pane juga berpendapat bahwa memang pelaku dari kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini tidak satu tapi beberapa orang dan memerankan peran yang berbeda beda sesuai tugasnya masing masing.

Musa Darwin Pane menyebut bahwa memang penyidik nampaknya sudah memiliki penilaian subyektif untuk itu. Namun agar penilaian tidak dipandang subyektif dan tergesa gesa maka penting untuk menggali segala hal yang bisa memperkuat keyakinannya.

"Dalam menetapkan siapa-siapa tersangkanya, karena patut diduga perbuatan tersebut dilakukan tidak hanya sendiri atau pelaku tunggal tapi banyak pelaku terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut," ujarnya.

Hal tersebut bersesuai dengan analisa Anjas Asmara Dosen Chulalongkorn Thailand dalam kanal youtube Anjas di Thailand yang menyebut diperkirakan ada 6 sampai 7 orang pelaku dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang.

Peran mereka masing masing yakni sebagai dalang atau otak kasus pembunuhan Subang, sebagai eksekutor pembunuh, orang yang mengetahui dan orang yang turut melakukan.

Anjas juga menyebut bahwa memang sketsa wajah yang sudah dirilis itu adalah pelaku atau eksekutor dari pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang. Namun untuk otaknya memang sudah dikantongi penyidik.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh DR Heri Gunawan yang menyebut bahwa otak pembunuhan Subang ini diprediksi orang dekat, namun orang dekat itu belum bisa ditangkap karena eksekutornya harus ditangkap terlebih dahulu.

Selama eksekutornya belum bisa ditangkap maka orang dekat itu tidak bisa ditangkap karena nanti ada sesuatu yang putus.

Heri Gunawan mencontohkan kasus pembunuhan hakim di Medan, baru 40 hari setelah kejadian kasus pembunuhan itu terungkap, tapi jauh sebelum itu polisi sudah mencurigai bahwa otak dari pembunuhan itu adalah istrinya.

Seperti diketahui Tuti Suhartini dan Amel ditemukan sudah tidak bernyawa tewas dibunuh dan mayatnya disimpan ditumpuk dibagasi mobil Alphard yang terparkir di depan rumah tempat kejadian perkara di Kampung Ciseuti Jalan Cagak Subang, 18 Agustus 2022. Kejadian itu ditemukan pertama oleh Yosef, suami sekaligus ayah korban.

Yosef yang saat itu mengira istri dan anaknya jadi korban penculikan dan lalu melapor ke polisi dan setelah datang lagi ke TKP bersama polisi ternyata Tuti dan Amel jadi korban pembunuhan dan sudah menjadi mayat.

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com