SIANTAR, HETANEWS.com - Salah seorang Kepala Sekolah [Kepsek] di salah satu Sekolah Dasar Negeri [SDN] di Siantar mengaku dipaksa mundur dari jabatanya. 

Setelah itu dirinya digantikan dengan Kepsek berstatus Pelaksana tugas atau Plt.

JS, Kepsek yang meminta namanya diinisialkan mengakui itu merupakan kebijakan Plt Kadis Pendidikan Rosmayana Marpaung.

"Saya Menjadi Kepsek definitif sejak tahun 2014 dan SK saya juga ada. Awal saya datang ke sekolah itu, sekolah itu hampir mati.”

“Karena pada saat itu muridnya hanya sebanyak 30 orang saja. Dalam waktu satu tahun saya di SD itu, peningkatan jumlah siswa naik dengan signifikan sampai 200 an siswa," ungkap JS ditemui, Kamis (13/1/2022).

JS mengaku tidak mempersoalkan jika dirinya diganti maupun dipindahkan. Namun tentunya pergantian dilakukan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. 

Baca juga: Hefriansyah Bicara Soal Regrouping, Kepsek Hingga Pelantikan

Sebab kata dia, pernyataan Walikota Hefriansyah saat sosialisasi Regrouping sekolah beberapa waktu lalu benar adanya.

Saat itu Walikota menyatakan Kepsek yang definitif akan tetap menjadi kepala sekolah di sekolah induk.

"Tapi sekarang malah Dinas Pendidikan malah menyuruh kepala sekolah yang Plt datang mengusir kepala sekolah yang definitif. Dimana etika kepala dinas?, sehingga kami mengira kalau kepala dinas seolah-olah ingin melaga kami para kepala sekolah," ujarnya.

Masih kata JS, sebelumnya ia sudah berupaya berkomunikasi dengan Disdik Siantar melalui seseorang bernama Supriadi. 

Dari Supriadi ia mengetahui harus dikeluarkan dari sekolah tersebut tanpa alasan yang jelas. Pergantian itu kata dia sama sekali tidak melalui pelantikan atau serah terima jabatan.

"Saya juga mengatakan sebelum ada pelantikan dan serah terima jabatan yang sah saya tidak akan mau di ganti.” 

“Tapi disitu Supriyadi mengatakan ‘Kalau pelantikan itu bukan urusan saya. Intinya serahkan data sekolah ke Kepsek yang baru dan keluar dari sekolah itu.’ " ucapnya menirukan perkataan Supriyadi. 

Baca juga: Rosmayana: "Memang Aku Yang Melantik, Aku Aja Engga Dilantik-Lantik Kok"