SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Praktisi hukum, Reinhard Sinaga meminta Kapolres Simalungun AKBP Nicholas Dedy Arifianto bersikap tegas terhadap bawahannya. 

Hal itu disampaikan Reinhard menanggapi  penolakan Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Selamat, saat wartawan mengkonfirmasi dirinya perihal kasus dugaan maraknya perjudian di wilayah hukumnya.

"Seharusnya Kapolres Simalungun lebih tegas terhadap bawahannya. Apalagi sampai memblokir whatsaap media cuma gara-gara menkonfirmasi tentang judi togel di Tanah Jawa. Jangan pula biasa saja menanggapi hal tersebut," ucap Reinhard Sinaga kepada Hetanews, Kamis (13/1/2022).

Ia mengatakan, salah tugas kepolisian memberantas tindak perjudian dan menciptakan kenyamanan kepada masyarakat. "Memang seharusnya bandar-bandar togel itu ditangkap," ungkapnya.

Pengacara ini berpendapat, upaya Kompol Selamat memblokir WhatsApp wartawan dinilai melanggar UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (UU KIP).

"Dalam UU nomor 14 tahun 2008 itu, antara lain pengelolaan informasi dan dokumentasi hak masyarakat atas informasi publik guna mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, transparan, efektif, efesien, akuntabel," jelasnya.

Oleh karena itu setiap instansi pemerintah wajib memberikan informasi kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Disini dia (Kapolsek) sudah menyalahi aturan UU nomor 14 tersebut," ujarnya.

Baca juga: Kapolsek Tanah Jawa Menolak Konfirmasi Soal Bandar Togel