HETANEWS

Sempat Tertunda, 2 Pasangan Perseorangan Lolos Administrasi

Pasangan Suryani Siahaan dan Imal Raya Harahap

Siantar, hetanews.com - Dua pasangan Bakal Calon (Balon) Wali Kota dan Wali Kota Siantar dari jalur perseorangan (independen) yakni Suryani Siahaan - Imal Raya Harahap dan Alusius Sihite - Anggi Radithia Lubis, akhirnya lolos dalam tahap syarat dukungan secara administrasi, Rabu (17/6/2015).

Sekira pukul 17.00 WIB, pasangan Suryani -Imal Raya (Surya) mendatangi kantor KPUD Siantar di Jalan Porsea, Kelurahan Telada,n Kecamatan Siantar Selatan. Pasangan itu berhasil memenuhi syarat dukungan minimal suara 23.625 jiwa.

“Berdasarkan hasil penelitian kita, surat dukungan untuk Suryani dan Imal Raya sebanyak 23.745 orang, dengan penyebaran per kecamatan 100 persen dan hard copy serta soft copy sama," kata Ketua KPUD Siantar, Mangasi Purba.

Sementara itu, pasangan Alusius Sihite - Anggi Radithia Lubis juga berhasil memenuhi syarat dukungan calon perseorangan, dengan jumlah suara 23.940 jiwa.

Ketika diwawancarai wartawan, Suryani mengaku, tidak kecewa atas keterlambatan pengumuman dari KPUD Siantar. “Kami patuh dan taat terhadap semua peraturan. Panggilan berita dari KPUD kapan pun kami siap. Saya rasa hasil penelitian KPUD terhadap dokumen kita itu sangat akurat," sebut Suryani dengan senyum khasnya.

Sebagai calon perseorangan satu-satunya perempuan, serta kemungkinan merupakan calon wali kota dari kaum hawa, Suryani mengatakan, hal ini merupakan kesempatan bagi kaumnya (perempuan). Karena jika berhasil pilkada kali ini bisa saja membuat pertama sekali Siantar memiliki wali kota perempuan.

"Kita bersyukur dan puji Tuhan ada yang mewakili kaum perempuan. Saya harapkan kepada perempuan – perempuan di Kota Siantar jangan kita sia-siakan. Jika Tuhan berkenan, ini lah wali kota pertama perempuan bagi Kota Siantar," sebutnya.

Suryani juga mengatakan, jika a nantinya duduk sebagai Wali Kota Siantar yang pertama sekali ia benah adalah dunia pendidikan. “Saya tetap berangkat dari pendidikan, dan berkeinginan pendidikan jadi jantungnya Kota Siantar. Karena tidak ada orang besar tanpa dunia pendidikan," sebut Suryani

Terpisah, ketika wartawan hendak mewancarai Alusius Sihite terkait insiden kemarin, sepertinya mantan Anggota DPRD Siantar periode 2009 – 2014 ini enggan dimintai komentarnya. "Okelah yah," katanya singkat dan langsung berlalu.

Sementara Mangasi Purba mengatakan, sudah tidak ada lagi masalah terkait hasil penelitian yang telah dilakukan KPUD. Menurutnya, berdasarkan Surat Edaran KPU RI Nomor 302 dijelaskan bahwa hard copy dan soft copy tidak sinkron tidak menjadi masalah. “Padahal dalam PKPU Nomor 9 Tahun 2015 tidak seperti itu, makanya kita tetap selalu berkonsultasi dengan KPU Provinsi," ujar Mangasi

 

Penulis: tom. Editor: aan.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.