WASHINGTON, HETANEWS.com - Seorang warga New York, Amerika Serikat (AS), telah ditangkap karena mengancam akan menculik dan membunuh mantan presiden Donald Trump.

Hal itu hendak dilakukannya jika Trump menolak mengakui kekalahan dalam pilpres dan enggan menyerahkan kekuasaan pada Joe Biden. Pelaku bernama Thomas Welnicki itu ditangkap pada Senin (10/1/2022).

Dia diduga telah beberapa kali menghubungi Secret Service tentang rencananya membunuh Trump dan 12 anggota Kongres yang pro pada mantan presiden AS tersebut.

Nama Trump tak tercantum dalam pengaduan yang diajukan ke Pengadilan Distrik AS di Brooklyn. Catatan kaki mengidentifikasinya sebagai "Individual-1", yakni orang yang menjabat sebagai presiden dari Januari 2017 hingga Januari 2021.

Welnicki disebut beberapa kali menghubungi Secret Service melalui telepon dan pesan suara. Dia mengungkapkan, rencananya menculik dan membunuh Trump kepada organisasi pengamanan presiden AS tersebut.

Ancaman itu bahkan telah disampaikan jauh sebelum AS menggelar pilpres pada November 2020. Welnicki mengklaim dirinya sangat mudah memperoleh senjata api di New York.

Meski mengaku tak ingin menyakiti siapa pun, Welnicki mengatakan sangat menentang "fasisme". Dalam sebuah panggilan telepon ke kantor Secret Service di Long Island pada Januari, Welnicki menggandakan ancamannya.

Dia mengatakan akan melakukan apa saja untuk "menghabisi (Trump) dan 12 monyetnya". Welnicki bahkan menyatakan tak segan membunuh Trump saat dia tengah menghadiri acara publik.

"Jika saya memiliki kesempatan untuk melakukannya di Manhattan, itu akan luar biasa. Besok (Trump) akan berada di Georgia, mungkin saya akan melakukannya," katanya, seperti termaktub dalam dokumen pengaduan pengadilan, dikutip laman RT.

Kendati telah melayangkan ancaman serius, Welnicki dibebaskan dengan uang jaminan sebesar 50 ribu dolar AS. Pengacaranya bersikeras bahwa Welnicki tak menimbulkan ancaman bagi Trump pada titik mana pun.

"Sebagian besar panggilannya tampaknya dia menelepon Secret Service untuk berdiskusi dengan mereka tentang kekhawatirannya," ujar pengacara Welnicki.

Sumber: republika.co.id