SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Hakim Pengadilan Negeri [PN ]Simalungun yang diketuai Anggreana ER Sormin menjatuhkan vonis lebih tinggi dari tuntutan penuntut umum.

Terdakwa kasus narkotika Syahliar alias Liar (46) sebelunya dituntut 5,6 tahun penjara dengan denda Rp.1 Milyar subsider 3 bulan penjara, akhirnya menerima vonis 6 tahun penjara dengan denda Rp 1 Milyar subsider 1 tahun penjara.

Putusan tersebut dibacakan dalam persidangan virtual di PN Simalungun, Selasa (11/1/2022).

Terdakwa yang berdomisili di Lingkungan VIII Sebrang Nagori Perdagangan Kecamatan Bandar Simalungun itu dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang peredaran narkotika.

Adapun fakta persidangan, terdakwa terbukti membeli sabu sabu seharga Rp 400 ribu lalu dibagi menjadi 8 paket untuk diedarkan.

Liar ditangkap anggota Satnarkoba Polres Simalungun yang sebelumnya telah mendapatkan informasi pada Rabu 30 Juni 2021 pukul 15.30 Wib di Jalan Amal Gang Mesjid Perdagangan Kecamatan Bandar . 

Saat itu sepeda motor yang dikendarai terdakwa dihentikan petugas dan menyita barang bukti 8 paket sabu dari saku celananya.

Tak cuma itu, polisi menyita 22 plastik kosong kecil dan 3 plastik klip kosong ukuran sedang serta sebuah handphone merek Nokia, dinyatakan akan dimusnahkan. 

Terdakwa mengakui jika narkotika jenis Sabu tersebut dibeli dari Kiki (DPO) seharga Rp 400 ribu di Simpang Gambus Limapuluh Batubara. 

Adapun hal yang memberatkan terdakwa, menurut Hakim, karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika.

Sementara hal yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dipidana.

Terdakwa didampingi pengacara Prodeo Josia Manik SH dari LBH PK menyatakan masih pikir-pikir atas putusan hakim tersebut.

Karena sebelumnya, terdakwa sudah memohon agar hukumannya diringankan. Tapi malah divonis lebih berat.