Siantar, hetanews.com – SS (39) yang merugi hingga ratusan juta rupiah akhrinya memilih jalur hukum dengan cara melaporkan rekan kerjanya WA ke Polres Siantar, Jumat (7/1), karena dianggap ingkar dan tidak memiliki niat baik untuk menepati kerja sama yang telah disepakati kedua belah pihak.

Pihak Polres telah menerima pengaduan dari SS, warga yang tinggal di kecamatan Siantar Marimbun, yang didampingi langsung oleh pengacaranya Roy Y Simangunsong SH dengan menerbitkan surat nomor.STTPL/ B/11/I/2022/SPKT/Res P.Siantar/Sumut.

Roy yang dihubungi oleh hetanews.com melalui saluran telepon, Sabtu (8/1) membenarkan laporan tersebut sembari menjelaskan kronologis peristiwa yang terjadi antara SS dan WA. “Benar kami sudah laporkan WA ke Polres Siantar,” ujar Roy.

Menurutnya kerjasama ini bermula saat WA mendatangi SS dan menawarkan kerjasama dalam hal penanaman modal usaha atau investiasi menjalankan usaha lembaga pelatihan kerja.

Pemaparan yang menarik membuat SS akhirnya menginvestasikan dananya. Surat perjanjian modal usaha tertanggal 11 Januari 2021 antara SS selaku pihak pertama dengan WA selaku pihak kedua langsung dibuatkan. Dalam perjanjian tersebut dicantumkan besarnya investasi yang berikan SS yakni Rp 200 juta, dan dikirimkan langsung ke rekening WA.

Modal tersebut akan dipakai pihak kedua untuk menjalankan usaha lembaga pelatihan kerja. Dalam Pasal 2 perjanjian tersebut juga dituliskan bahwa perjanjian kerjasama berlangsung dalam jangka waktu sejak ditanda tangani dan akan berakhir sampai 30 Agustus 2021.

Sementara dalam Pasal 3 tentang Hak dan Kewajiban, pihak kedua berkewajiban memberikan kompensasi sebesar Rp 7 juta kepada pihak pertama tanggal 20 setiap bulannya, dan memiliki masa tenggang pembayaran maksimal sampai dengan tanggal 30 setiap bulannya.

Pihak kedua akan membayarkan kepada pihak pertama dengan cara transfer ke rekening secara tunai kepada pihak pertama. Pembayaran pertama akan dimulai pada tanggal 20 Februari 2021. Namun seiring waktu berjalan, WA tidak memenuhi kesepakatan yang tertuang didalam perjanjian tersebut.

Jelas Roy, sudah berulang kali kliennya meminta pertanggungjawaban dari WA dengan berbagai cara, namun tidak ada terlihat niat baik dari yang bersangkutan, bajkan terkesan mengabaikan.

“Itikad baik sudah dilakukan oleh klien kita. Mulai dari ketemu langsung, mengirimkan pesan WA bahkan hingga melayangkan somasi. Hanya saja tidak ada itikad baik dari yang bersangkutan alias WA,” tegasnya.

Bahkan uang kliennya sebesar Rp 200 juta tak kunjung dibalikkan oleh WA. “Sampai kita laporkan secara resmi, uang yang dikirim klien kita tak kunjung dikembalikan,” tandasnya.

Hal ini yang membuat klien kita mengambil langkah untuk melaporkan langsung WA ke pihak berwajib. Roy berharap pihak kepolisian langsung mengambil langkah dengan memanggil WA untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

hetanews.com mencoba menghubungi WA namun no yang bersangkutan tidak aktif lagi.