HETANEWS.com - Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) telah menyelesaikan tahap penyidikan terhadap tiga oknum TNI yaitu Kolonel P dan dua orang lainnya dalam kasus tabrak lari hingga pembuangan jenazah dua sejoli Handi dan Salsabila di Nagreg,

Berkas perkara dan barang bukti telah diserahkan kepada Oditurat Militer Tinggi II Jakarta hari ini, Kamis (6/1/2022). Ketiga tersangka, yakni Kolonel Infanteri Priyanto, Kopda DA dan Kopda A juga telah diserahkan.

Penyerahan berkas perkara, barang bukti dan para tersangka tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube KompasTV.

"Tahap penyidikan sudah selesai. Kami serahkan hasil proses penyidikan, berkas perkara, dan barang bukti kepada Otmilti II Jakarta untuk diproses sampai ke tingkat pengadilan," ujar Brigjen TNI Kemas A Yani selaku Dansat Idik Puspomad.

Dalam konferensi pers tersebut, Letjen TNI Chandra W Sukotjo selaku Danpuspomad juga mengungkapkan motif tersangka membuang Handi dan Salsabila ke sungai.

Mobil Isuzu Panther hitam bernopo B 300 Q yang menabrak Handi Harisaputra (17) dan Salsabila (14) (kiri), sosok penabrak (kanan). (Instagram @infojawabarat)

Alasan ketiga oknum TNI tersebut adalah karena ingin lepas tanggungjawab dan menghilangkan barang bukti kecelakaan saat mereka menabrak Handi dan Salsabila pada 8 Desember 2021 lalu.

"Ada upaya melepas tanggung jawab ataupun melakukan tindakan menghilangkan barang bukti," ujar Letjen TNI Chandra W Sukotjo.

Letjen TNI Chandra W Sukotjo pun menyebut tindakan yang dilakukan oleh ketiga oknum TNI tersebut di luar batas peri kemanusiaan.

"Awalnya ada kecelakaan lalu lintas namun berlanjut menjadi tindak pidana yang di luar batas peri kemanusiaan," lanjutnya.

Sementara itu, setelah penyerahan, Kepala Oditur Militer Tinggi II Jakarta Brigjen Edy Imran mengatakan bahwa berkas yang telah dilimpahkan dijadikan menjadi satu berkas.

"Agenda pada hari ini adalah penyerahan berkas perkara," kata Edy.

Ia menambahkan bahwa kasus ini telah menjadi perhatian besar dan mendapatkan atensi pimpinan. Oleh karena itu, pihaknya berjanji akan bekerja keras dalam menyelesaikan perkara ini.

Sebelumnya, Handi dan Salsa mengalami kecelakaan di wilayah Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/12/2021). Dikutip dari Kompas.com, mereka ditabrak, kemudian dibuang ke sungai oleh tiga prajurit TNI AD.

Jasad keduanya kemudian ditemukan di aliran Sungai Serayu, Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawolo, Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (11/12/2021).

Sumber: tribunnews.com