SIANTAR, HETANEWS.com - Kadis Pendidikan Rosmayana, dituding tidak memiliki etika oleh beberapa guru Kepala Sekolah saat berada di Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar, Rabu (5/1/2022).

Alasan itu disampaikan Rudi Nababan karena sebelumnya, para kepala sekolah yang sudah lulus asessmen namun SK nya tidak keluar sudah melakukan pertemuan dengan walikota (Hefriansyah-ret) dan juga BKD untuk mengambil titik temu.

Adapun hasil pertemuan tersebut walikota Pematangsiantar Hefriansyah meminta agar SK 23 Desember 2021 tersebut di tinjau ulang. Namun nyatanya Rosmayana mengabaikan dan beberapa kepala sekolah yang SK nya sudah datang ke sekolah tanpa didampingi dari dinas pendidikan meminta data ptk.

"Kita ketahuikan kalau data ptk itu tidak bisa sembarangan diberikan kepada pihak lain. Karena data ptk itukan data sekolah, guru maupun para guru - guru yang ada di SD itu. Jadikan kita tidak bisa sembarangan memberikannya kecuali kalau memang dinas yang memintanya,"terangnya.

Menurutnya, kalau hal yang dilakukan tersebut itu sudah tidak mempunyai etika yang dimana seyogianya para kepala sekolah yang mau masuk ke sekolah baru itu harus di dampingi oleh dinas. Dimana karena yang diminta itu adalah data penting di sekolah," tegasnya.

Lanjut Rudi Nababan, mengatakan kalau SK 23 Desember 2021 tersebut belum juga di evaluasi sesuai permintaan dari walikota namun faktanya kalau beberapa Kepala Sekolah sudah masuk ke sekolah. Salah satu contohnya di SD Negeri 124401 Jalan Dahlia, Siantar Barat, Kota Pematangsiantar.

"Tadi pagi sudah ada kepala sekolah yang SK nya 23 Desember 2021 datang ke sekolah itu untuk meminta data ptk. Namun tidak berikan karena yang mintakan Kepala Sekolah yang lain bukan dari dinas. Padahal kepala sekolah yang lama di situpun lulus nya asessmen tapi kenapa mesti dari tempat lain yang datang," tutupnya.