SIANTAR, hetanews.com - Beberapa kepala sekolah (kepsek) sekolah dasar (SD) di Kota Siantar menuding jika Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Siantar melanggar Perwa dalam pengangkatan Kepsek, hal itu didasari karena mereka telah mengikuti Assesment yang telah dilakukan namun hingga kini SK pengangkatan mereka sebagai Kepsek tak kunjung dikeluarkan.

Menanggapi hal tersebut PLT kadisdik Siantar Rosmayana Marpaung menyebutkan jika yang melakukan pengangkatan Plt bukan dirinya.

"Kan mereka kemarin sudah ketemu pak Wali sama BKD, yang mengeluarkan SK itukan BKD,"ucapnya.

Dia menyebutkan jika dirinya tidak memiliki wewenang dalam pengangkatan PLT, sebab dirinya sendiri pun masih menjabat sebagai PLT di Disdik.

" Mereka itukan PLT kan, itukan kapan dikasih yah terima kapan engga dikasih ya siap, apa masalahnya, apa bedanya sama ku, aku juga kan PLT, kapan aku diberhentikan yah berhenti, kapan aku diangkat yah duduk, mana bisa aku nuntut, engga mau aku pak, mana bisa, orang aku engga punya kekuatan hukum, kalau ada SK ku defenitif aku bisa nuntut, inikan tidak, apa bedanya aku sama mereka,"ucapnya.

"Memang aku yang nentukan, aku aja engga dilantik, gimana aku melantik orang, seng ora-ora wae (kok ada-ada aja),"tambahnya dengan nada kesal.

Dia menyebutkan hasil assesment yang telah dilakukan, telah diusulkan oleh Disdik ke Kemendagri,

"Sudah kita usahakan, sudah kita usulkan ke kemendagri, untuk pelantikan kepsek, yang diusulkan oleh BKD, karena dulu Siantar ikut Pilkada jadi harus ada rekomendasi Kemendagri, sudah kita usulkan, yah kita tunggu," Katanya.

"Kan engga mungkin aku macam mengemis ke Kemendagri, pak Mendagru tolonglah kasih ijinkan melantik lah pak, kan engga mungkin, " Ucapnya lagi.

Wartawan juga menyebutkan jika hari ini beberapa Kepsek mengadukan dirinya terkait adanya kutipan-kutipan di Disdik, terkait hal tersebut Rosmayana membantah.

"Engga ada yang ku kutip, berapa banyak yang ku kutip tanya sama orang itu, " Batanhnya.

Dijelaskan hetanews ada 9 Poin pengaduan mereka yang salah satunya adalah biaya pemeriksaan yang dikutip sebesar Rp 600 ribu, namun Rosmayana sekali lagi membantah hal tersebut.
"Biaya pemeriksaan orang itu kok yang langsung ngasih kok, aku aja engga pernah lihat duitnya kok, logikanya ajalah, suruh orang itu berfikir jernih lah, jangan memfitnah, nanti berdosa," Bantahnya lagi.

Terkait pengaduan beberapa kepsek tersebut ke Kejaksaan, Rosmayana menyebutkan jika dirinya menyerahkan ke Kejaksaan.

"Kalau ibu Lillahi ta'allah ajanya, ibu lakukan, ibu lurus, ibu siap kemanapun ibu tempuh, kita serahkan ke Kejaksaan aja, kalau ibu nanti dianggap terindikasikan ibu nanti dipanggil, apa yang dituduhkan sama ibu, aku engga ngerti dituduhkan apa, " Katanya.