SAMOSIR, HETANEWS.com - Anggota DPRD Sumut Gusmiyadi menyangkan pengutipan parkir bagi kendaraan pengunjung yang mengantri di pelabuhan Ambarita, Danau Toba, Samosir.

Gusmiyadi meminta Polda Sumut menindak oknum yang mengambil keuntungan dari pengutipan parkir, karena dinilai meresahkan pengunjung yang datang ke Danau Toba.

"Kutipan yang tidak sesuai dengan tempatnya tidak boleh dibiarkan terus-menerus terjadi dan harus segera dihentikan, kita berharap agar Kepolisian Daerah Provinsi Sumatera Utara merespon cepat keluhan sejumlah pengguna jasa penyeberangan di pelabuhan Ambarita," kata Anggota Komisi B DPRD Sumut ini, Jumat (31/12/2021).

Masih kata Gusmiyadi, kawasan Danau Toba Samosir merupakan salah satu destinasi pariwisata super prioritas.

Apabila pungutan liar berkedok parkir itu dibiarkan, maka tindakan itu mencoreng citra pariwisata yang selama ini digaungkan oleh pemerintah pusat.

"Jika pungutan-pungutan yang tak jelas itu terus terjadi akan memperburuk citra pariwisata Danau Toba," ujar Gusmiyadi kepada Hetanews.

Ia berharap, para pelaku pariwisata di kawasan Danau Toba memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengunjung demi mengembalikan kejayaan pariwisata yang pernah disematkan.

Masyarakat di kawasan Danau Toba, kata Gusmiyadi, harus mampu mengembalikan kepercayaan para pengunjung tanpa pungutan liar yang menimbulkan ketidaknyamanan dan kerugian.

Sebelumnya, wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba Samosir mengeluh dengan kutipan parkir sebesar Rp 5000 di seputaran pelabuhan Ambarita.

Padahal pengunjung bukan sedang parkir, melainkan kendaraan yang mereka tumpangi mengantri di pelabuhan Ambarita untuk membeli tiket kapal.

Pihak pelabuhan menyatakan, kutipan parkir khusus tersebut bukan persetujuan dari Balai Transportasi Wilayah II Sumut. Pengutipan parkir diklaim sesuai dengan Perda yang dikeluarkan oleh Pemkab Samosir.