MEDAN, HETANEWS.com - Puluhan warga yang didominasi emak-emak, menggerebek salon diduga tempat maksiat di Kilometer 19,5 Pekan Labuhan Kota Medan pada Minggu (26/12/2021) pagi.

Sejumlah pasangan bukan suami isteri terlihat didalam salon, bahkan adu mulut antar pekerja salon dengan warga terjadi saat penggerebekan.

Warga menduga salon Ratu Wijaya Tiktok milik Nora (35) tersebut dijadikan tempat maksiat dan meresahkan masyarakat. Dari dalam salon yang masih berstatus sewa tersebut ditemukan 5 wanita dan 8 pria dewasa bukan suami istri.

Petugas kepolisian dari Polsek Medan Labuhan yang tiba ke lokasi meminta identitas penghuni salon dan mencoba meredam kemarahan warga.

Keributan sempat mewarnai penggerebekan tersebut salah seorang pekerja salon memaki warga sehingga membuat sejumlah emak-emak geram.

Saat penggerebekan, salah seorang lelaki dalam salon bahkan sempat mengaku-ngaku oknum polisi. Namun petugas kepolisian mengatakan pemuda tersebut haya mengaku-ngaku dan bukan polisi.

Fatimah, warga setempat mengatakan sebelumnya sudah pernah memberi peringatan. Menurut Fatimah, lokasi tersebut sudah sering dijadikan sebagai tempat kumpul kebo.

Saat dilakukan penggerebekan, Fatimah menyebut menemukan laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri. Bahkam termasuk bencong turut berada dalam salon tersebut. Fatimah berharap, aksi maksiat di lokasi tersebut tidak terjadi lagi.

"Kami berharap mereka keluar dari sini," kata Fatimah.

Aksi warga yang didominasi emak-emak ini reda, setelah pemilik salon menandatangani surat perjanjian tidak akan mengulangi perbuatannya. Mereka meminta agar dalam waktu 3 hari, para terduga penjaja maksiat angkat kaki dari perkampungan warga.

Sumber: tribunnews.com