SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Merujuk hasil tes urine positif narkoba, 9 karyawan kebun PTPN IV Unit Gunung Bayu diberhentikan setelah disuruh meneken surat pengunduran diri.

Pemecatan dengan pengunduran diri tersebut dianggap keputusan yang terlalu dini sebab ditemukan adanya pelanggaran prosedur.

Tes urine dilaksanakan pihak kebun bekerjasama dengan BNNK Siantar digelar pada 24 November 2021 dengan peserta 50 orang. Hasilnya 9 orang dinyatakan positif.

Kiki Andika Harefa (35) didampingi kuasa hukumnya, Chandra Kusuma Pakpahan menjelaskan, setelah urinenya dinyatakan positif, pada hari yang sama manajemen menyodorkan surat pengunduran diri untuk diteken.

Nada intimidasi

Adapun isi surat berbunyi ‘Dengan ini saya mengundurkan diri dari PTPN IV Gunung Bayu karena saya tertangkap menggunakan narkotika’.

Chandra mengatakan, tendensi surat itu sangat menyudutkan, dibawah tekanan dan mengintimidasi. Kiki dan 8 orang rekannya diancam pihak kebun,  bila tidak menandatangani surat maka diserahkan ke polisi dan di penjara.

“Padahal klien kami bukan tertangkap tapi memenuhi panggilan dari perusahaan untuk tes urine,” kata Chandra kepada Hetanews, Kamis (23/12/2021).

Kesalahan prosedur

Selain kejanggalan dalam surat, Chandra menilai prosedur tes urine yang dilakukan melanggar prosedur yang berlaku. 

Sesuai  Surat Edaran BNN NO: 8/ /VI/DE/PM.00/2020/BNN dan Peraturan BNN RI No 11 Tahun 2018, kata Chandra, ada prosedur yang digelar namun perusahaan terlalu dini mengambil keputusan pemecatan dengan cara menyodorkan surat pengunduran diri.

Pihaknya juga menduga adanya kejanggalan pelaksanaan tes urine oleh perusahaan, mulai dari pendanaan dan legitimasi.

“Klien kami dinyatakan positif berdasarkan pengujian tes skrining bukan tes konfirmasi narkotika. Lalu klien kami dipublikasikan positif narkotika tanpa tes konfirmasi,” jelas pengacara publik LBH Pematangsiantar ini.

Respon Manajer

Manajer Kebun Gunung Bayu, Erwin Nasution mengartikan surat berisi 'Tertangkap menggunakan narkoba' yang disodorkan perusahaan kepada karyawan yang urinenya positif bukan diartikan secara harfiah. 

"Maksudnya, tertangkap saat tes urine positif narkoba [Bukan tertangkap saat menggunakan narkoba]," kata Erwin dihubungi Hetanews, Senin (27/12/2021). 

Disinggung soal prosedur pelaksanaan tes urine menyalahi aturan, dirinya menyebut hasil tes urine tak mungkin menunggu hasil laboratorium karena waktu yang dibutuhkan cukup lama. 

Ia mengatakan, pihak kebun dan karyawan sebelumnya telah menandatangani surat perjanjian kerja bersama, yang dimana salah satu poin berbunyi, karyawan yang ketahuan menggunakan narkoba akan mengundurkan diri. 

Peredaran narkoba

Sebagai Manajer, kata Erwin, ia memastikan 9 karyawan yang mengundurkan diri bukan dipecat akan mendapatkan hak hak nya seperti bonus dan pesangon. 

"Kalau dipecat, hak haknya kan tidak diberikan. Ini kan mengundurkan diri dan kita berikan hak haknya," katanya.

Erwin menjelaskan, mulanya pihaknya melakukan tes urine sebab adanya informasi peredaran narkoba menyasar hingga karyawan kebun Gunung Bayu.

"Sebenarnya kami (perusahaan) malu dengan karyawan yang positif narkoba seperti ini," tukasnya.