SIANTAR, Hetanews.com - Nurselina br Gultom als Wati (42) jalan Tenteram Ujung Kelurahan Sukadame Siantar Utara dituntut 6 tahun denda 1 Milyar subsider 6 bulan penjara. Divonis 5 tahun denda 1 milyar subsider 3 bulan penjara.

Karyawan Hotel Melinda di jalan Persatuan itu terbukti Nyambi menjadi kurir dalam jual beli narkotika. Terdakwa membantu Candra Pardomuan Sijabat als Pak Lia menjual narkotika jenis sabu.

Sedangkan bandarnya, Candra Pardomuan Sijabat als Pak Lia (42) dituntut 6 tahun penjara denda Rp 1 Milyar subsider 6 bulan penjara. Divonis 6 tahun denda 1 milyar subsider 3 bulan penjara potong tahanan sementara yang telah dijalani.

Fakta persidangan, Pak Lia dan Wati diamankan petugas pasca tertangkapnya Doni Sitanggang (34) warga jalan Cendana Kelurahan Kahean (disidangkan dalam berkas terpisah), usai membeli sabu dari Wati. Sebagai pembeli sabu, Donni divonis 5 tahun denda 800 juta subsider 3 bulan penjara.

Penjual sabu dan kurirnya dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009, sedangkan Doni sebagai pembeli dipersalahkan melanggar pasal 112 UU yang sama tentang kepemilikan narkotika.

Hakim sependapat dengan jaksa Rahmah Hayati Sinaga SH, Doni ditangkap petugas Satres Narkoba Polres Siantar pada Sabtu, 10 Juli 2021 dari salah satu rumah di jalan Medan. Barang bukti yang disita dari Doni sepaket sabu yang diakui dibeli seharga Rp 150 ribu dari Wati.

Siang itu, Doni datang ke Hotel Melinda membeli sabu dari Wati. Kemudian Wati naik ke lantai 2 dikamar 206 menemui Pak Lia dan menyerahkan uang Rp 150 ribu dan memberikan sepaket sabu kepada Doni.

Dari terdakwa Wati disita sepaket sabu dalam tas coklat dekat meja kasir. Sedangkan dari terdakwa Pak Lia disita uang Rp 150 ribu dari saku celananya.

Ketiga terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara Erwin Purba SH MH, menyatakan menerima putusan tersebut.