JAKARTA, HETANEWS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, rata-rata upah nominal buruh tani pada November 2021 naik sebesar 0,13% dibanding Oktober 2021, yaitu dari Rp 57.009 menjadi Rp 57.081. Sementara itu, upah riil turun sebesar 0,26% dibanding Oktober 2021, yaitu dari Rp 52.875 menjadi Rp 52.738.

Sebagai informasi, upah nominal adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan, sedangkan upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga pedesaan.

“Untuk upah nominal harian buruh tani pada November 2021 naik 0,13%. Kalau dilihat provinsi yang tertinggi secara nominal ada di Kalimantan Utara, itu tercatat Rp 73.961, dan terendah di Yogyakarta yaitu Rp 31.920. Sedangkan kalau kita hitung secara riil, upah buruh turun 0,26%,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam pemaparan perkembangan upah buruh/pekerja November 2021, Rabu (15/12/2021).

Untuk rata-rata nominal upah buruh bangunan (tukang bukan mandor) November 2021 dibanding Oktober 2021 mengalami kenaikan 0,04%, yaitu dari Rp 91.290 menjadi Rp 91.326. Sementara upah riil November 2021 dibanding Oktober 2021 turun sebesar 0,33% dari Rp 85.587 menjadi Rp 85.304.

Berikutnya untuk rata-rata nominal upah buruh potong rambut wanita tidak mengalami perubahan, yaitu Rp 29.164. Sementara upah riil turun sebesar 0,37% dari Rp 27.343 menjadi Rp 27.241.

Sedangkan untuk asisten rumah tangga, rata-rata nominal upah per bulan mengalami kenaikan 0,08% dari Rp 426.119 menjadi Rp 426.460. Sementara upah riil turun sebesar 0,29%, yaitu dari Rp 399.504 menjadi Rp 398.346.

Sumber: beritasatu.com