HETANEWS.com - Kasus pembunuh ibu dan anak di Subang tinggal menghitung hari, Kapoda Jabar Irjen Pol Suntana sudah dengan tegas menyatakan kasus pembunuhan keji ini segera diumumkan nama namanya.

Dari keterangan Kapolda Jabar Suntana saat berada di Subang melakukan bakti sosial, menyebut nama nama tersangka berarti lebih dari satu, mungkin pelaku, dalang, orang yang turut membantu dan juga orang yang mengetahui.

Tentu saja ini membuat spekulasi banyak orang yang terlibat dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini, bisa tiga, lima, atau tujuh orang, karena diperkirakan akan merembet dari tersangka satu ke tersangka lainnya.

Pembunuh ibu dan anak di Subang ini dinilai mengetahui soal situasi di lapangan, beberapa netizen pernah mengungkap kenapa pembunuhan itu dilaksanakan pada hari libur yakni 17 Agustus 2021 malam?

Ini tentu saja berhubungan dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang disurvei terlebih dahulu atau memang orang yang turut serta dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini orang sekitaran keluarga yang mengetahui keadaan TKP.

Rumah Yosef Hidayah (Yosef Subang) memang dihuni oleh Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23). Keduanya merupakan korban pembunuhan Subang.

Namun meski dihuni berdua namun pada hari kerja selalu sibuk dan banyak orang karena di rumah tersebut dijadikan kantor Yayasan Bina Prestasi Nasional. Jadi disitu banyak orang kadang sampai malam bila hari kerja.

Namun pada saat hari libur seperti tanggal merah pada 17 Agustus 2021, sepi tinggal berdua saja, karena Yosef pun pada hari itu sudah berniat untuk menginap di rumah istri mudanya Mimin.

Baca juga: Ini Bocoran Tersangka Kasus Subang: Polda Umumkan 18 Desember 2021, Tepat Amel Ultah ke 24

CCTV Sengaja mati atau dimatiin?

Dalam analisa Anjas Asmara, Dosen Chulalongkorn University Bangkok Thailand menganalisa saat kejadian.

Seperti dikutip dalam kanal Youtube Anjas di Thailand dengan judul "GAMBAR DENAH LOKASI YG DIPAKAI PELAKU SUBANG ?? DIA YG MEMBANTU ??"

Anjas membahas soal pernyataan Kompolnas Benny Mamoto. Intinya menyebut bahwa saksi di TKP minim, CCTV mati dan ditemukan lebih dari 50 DNA.

Memang CCTV mati itu bukan karena kebetulan, diduga komplotan pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang dengan korban Tuti Amel, memiliki peta.

"Mungkin ada salah satu mereka menggambar peta titik CCTV yang aktif dan yang mana tidak aktif," ujar Anjas dalam yotube Anjas di Thailand seperti dikutip Deskjabar, Rabu 15 Desember 2021.

Menurut Anjas memang ada titik CCTV yang aktif tapi jauh, sehingga tidak bisa kelihatan siapa yang datang namun CCTV di SMA Jalan Cagak yang menyorot langsung ke TKP pembunuhan malah mati.

"Ada dugaan si pelaku pada saat mengetehui CCTV aktif mana saja, pelakunya sudah tahu nanti akan di curigai tapi ada bukti ke dia cukup kuat, CCTV cukup jauh dari kejadian, di waktu tertentu melawat dari CCTV pergi datang, bahwa dia tidak terlibat," ujarnya.

Dan alibi mereka bisa menyebutkan ada kemungkinan jam jam tertentu memperlihatkan tidur, saat orang itu bilang tidur, justru datang kejadian melewati TKP yang tidak ada CCTV nya atau CCTV nya mati.

Kemudian soal ditemukan lebih dari 50 DNA di TKP, bisa jadi DNA yang terjadi pada 17, 18, 19 atau 20 Agustus 2021. Memang cukup merepotkan dengan banyaknya jejak DNA di TKP tersebut.

"Mungkin saja ada orang di tgl 18 Agustus sudah diketahui penyidik tapi dia cari celah. Mereka sengaja mengundang orang untuk masuk ke lokasi kejadian agar mengaburkan data datanya," ujarnya.

Menurut Anjas, memang penyidik bisa mematahkan, ada kecenderungan ditemukan pelakunya tapi disini terlihat ada usaha untuk banyak orang mengaburkan, jadi pelaku sengaja melakukan manuver seandainya dijadikan salah satu tersangka.

Dari segmen analisa Anjas tersebut langsung dibanjiri komentar dari netizen intinya mendukung dan memberikan informasi kepada Anjas untuk terus melakukan dan mengungkap kasus tersebut.

Baca juga: Hari-hari Terakhir Kasus Pembunuh Ibu dan Anak di Subang, Adakah Orang Penting Terlibat dan Kaburkan TKP

Ini salah satu komentar netizen:

@Aj Pambudi

kenapa pelaku membunuh pas hari libur tanggal merah 17 ags?

1. Karena biasanya tanggal merah dipakai buat waktu berkumpul keluarga, mengingat mereka semua kerja di tempat yang sama, artinya kalau jam kerja orang masih kerja dan tahu siapa yang akan bertemu pelaku, artinya hanya keluarga inti yang tahu.

2. Bisa jadi kalau waktu libur dan ppkm itu sepi, dan alasan cctv mungkin mati itu klise, tapi siapa yang punya akses cctv depan sekolah, karena tdk logis ko cctv disekolah itu mati ? Sedangkan tidak satpam aneh kan ?

3. Jika bts ini benar atau bohong siapa yang memainkan dan memberi akses sinyal bts ? Hanya counter tempat beli pulsa yang tahu nomor dan keluarga inti yang tahu imei, so balik lagi ke kluarga inti.

Masalah orang besar, dia hanya support menurut aku karena secara tidak langsung invest mereka harus jalan dan sebisa mungkin melindungi aset.

@Agam Siregar

Periksa Pak Mulyana..

1. Dya pernah jadi komite di SMA yg didepan rumah Bu Tuti ada kemungkinan dya mengetahui perihal cctv mati

2. Dya yg menyuruh Yosep pakai pengacara

3. Dya ikut juga masuk lokasi kejadian.

4. Dya jg sebagai aparat kecamatan dimana dana BOS jg ada persetujuan dri pemerintah daerah...
Periksa secara intensif itu si Pak Mulyana...

Kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini memang menjadi geregetan banyak orang ingin mengetahui siapa sih tersangkanya.

Namun meski kita dilanda penasaran yang bekepanjangan kita tetap bersabar karena Polda Jabar sudah mengetahui tersangkanya. Tinggal menunggu pengumuman saja.

Baca juga: Akhir Drama Kasus Subang, Kapolda Jabar Suntana: Sudah Tahu Tersangkanya, Benarkah Diumumkan 18 Desember 2021?

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com