HETANEWS.com - Ada kabar menggembirakan soal pengungkapan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, yang memberikan optimistis kasus akan segera terungkap tidak lama lagi. Publik menunggu perkambangan hari hari terakhir sebelum tersangkanya terkuak.

Kabar gembira datang dari Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana yang mengemukakan bahwa pihak kepolisian akan segera mengerucutkan nama-nama tersangka kasus pembunuh ibu dan anak di Subang.

Kasus pembunuh ibu dan anak di Subang berjalan berlarut-larut hingga 4 bulan lamanya. Ada dugaan proses yang lama tersebut ada keterlibatan orang penting, yang mencoba mengaburkan kasus termasuk mengaburkan jejak-jejaknya di TKP.

Namun, dengan pernyataan Kapolda Jabar Irjen Po Suntana tersebut, inilah hari hari terakhir bagi tersangka yang selama ini nyaman bersembunyi dibalik tirai dan framing-framing yang dilakukannya.

Saat ditanya para wartawan soal kasus pembunuh ibu dan anak di Subang di sela-sela acara Bakti Sosial Polda Jabar di Polres Subang, Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana meminta doa restu kepada masyarakat bahwa tidak akan lama lagi pengungkapan kasus akan berakhir.

“Kita sudah mengumpulan beberapa saksi dan dalam waktu dekat sudah mengarah kepada nama nama tersangka. Mohon doa restunya ya,” tutur Kapolda singkat.

Menurut Anjas melalui kanal Youtube Anjas di Thailand yang tayang pada Selasa 14 Desember 2021, pernyataan Kapolda tersebut menjadi berita menggembirakan yang mengembalikan rasa optimisme publik bahwa kasus pembunuh ibu dan anak di Subang akan segera terungkap.

Anjas sendiri mengakui, dirinya sempat pesimis dan down kasus pembunuh ibu dan anak di Subang dengan korban Tuti Suhartini (55) dan Amel (23), akan terungkap di bulan Desember ini.

Alasan Anjas, karena sejak minggu pertama pengungkapan kasus pembunuhan Subang ini, pihak Polres Subang optimis kasus akan segera terungkap mengingat sudah banyak barang bukti yang ditemukan di TKP.

“Aroma positif tim penyidik bukan yang pertama. Sejak bulan pertama, ke-2 ke-3 semua sangat optimis. Tapi sepertinya percaya diri saja tidak cukup, apakah mereka terlalu hati-hati sehingga pengungkapan kasus terus diundur,” paparnya.

Dengan adanya pernyataan terbaru Kapolda soal kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, memberikan berita optimism bahwa kasus akan segera terungkap.

Namun, pernyatan Kapolda bahwa akan segera menumumkan nama-nama tersangka dalam waktu dekat juga dinilai masih bersayap. Seminggu, sebulan?

Memang dalam perjalanan pengungkapan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang yang terjadi pada 18 Agustus 2021, muncul pernyataan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Chaniago bahwa pengungkapan kasus harus dilakukan hati-hati karena menyangkut hak asasi manusia.

Baca juga: Akhir Drama Kasus Subang, Kapolda Jabar Suntana: Sudah Tahu Tersangkanya, Benarkah Diumumkan 18 Desember 2021?

Orang penting dan kaburkan TKP

Sebenarnya menurut aturan hukum dengan 2 alat bukti kuat sudah bisa menentukan tersangkanya. Dua alat bukti itu misal bisa dari keterangan saksi, keterangan ahli, atau surat.

Menurutnya, si pelaku kasus pembunuh ibu dan anak di Subang sudah mempersiapkan sebaik mungkin untuk menjalankan tujuannya, sehingga tidak banyak jejak atau bukti yang diperoleh dari olah TKP yang dilakukan tanggal 18 Agustus 2021.

Anjas sendiri menambahkan bahwa dilihat dari jejak pemberitaan di media bahwa tim penyidik selesai melakukan olah TKP pada tanggal 18 Agustus 2021 malam.

Namun jika olah TKP dilanjutkan di hari-hari kemudian akan menemukan banyak kesulitan karena meskipun masih dipasang garis polisi, ternyata banyak orang di luar tim penyidik yang bisa masuk ke TKP.

Seperti juga dalam kasus Danu masuk ke TKP kemudian menguras bak mandi karena disuruh bansos, namun juga sampai sekarang tidak terdengar adanya klarifikasi pihak polisi kepada sosok banpol.

Apakah banpol dan Danu masuk ke TKP karena memang mereka tidak paham soal aturan sehingga bisa masuk TKP yang dalam hal ini masuk dalam kategori keteledoran.

Namun, menurut Anjas, tidak menutup kemungkinan ada orang yang sengaja mengundang orang lain dan membiarkan orang banyak masuk TKP untuk mengaburkan penyelidikan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang.

Ketkia pengungkapan berlarut-larut, saat ini terjadi ketidakseimbangan informasi yang diperoleh publik terkait kasus pembunuh ibu dan anak di Subang.

Sementara tim penyidik makin “menjauh” dan menutup informasi kepada media, sementara di lain pihak sejumlah saksi bicara kemana-mana di media.

Kondisi ini juga dikhawatirkan akan menurunkan kepercayaan publik kepada integritas polisi. Apakah ini juga bagian dari adanya keterlibatan orang penting sehingga mencoba melakukan apapun untuk mengamankannya, termasuk mengaburkan TKP tadi.

Baca juga: Polisi Kantongi Nama Pelaku Pembunuh Ibu dan Anak di Subang, Denny Darko Ungkap Strategi Penyidik

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com