SIANTAR, HETANEWS.com - Dinas Sosial P3A Kota Siantar menemui keluarga korban diduga rudapaksa oleh 3 siswa di Siantar Martoba.

Kabid Perlindungan Anak (PA) Sarmiadi Saragih mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan orangtua korban setelah menerima informasi tersebut dari awak media.

"Tadi kami sudah turun ke tempat anak yang diduga dicabuli oleh anak SD dan SMP tersebut. Kasus ini akan kita dampingi sampai selesai. Pihak korban juga telah membuat laporan ke Polisi, jadi kita tunggu aja perkembangan kasusnya gimana," ujar Sarmiadi kepada Hetanews dihubungi via telepon, Selasa (14/12/2021).

Saragih menjelaskan, saat itu korban pergi bersama ayahnya. Pihaknya hanya bertemu dengan ibu korban.

Menanggapi sejumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, Saragih mengatakan Dinsos mempunyai tempat pengaduan bagi korban.

"Kalau itu ada, bisa melapor ke kita (Dinsos) langsung, ke Polisi juga bisa. Dan akan tetap kita lakukan pendampingan terhadap korban kasus pencabulan," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, 3 siswa yang masih duduk dibangku SD dan SMP diduga rudapaksa seorang balita yang masih berumur 3 tahun. Kasus ini masih ditangani pihak kepolisian setelah orang tua korban melapor.

Informasi dikutip dari sejumlah pemberitaan, Senin (13/12/2021), peristiwa itu terjadi di sebuah perladangan di Siantar Martoba, 8 Desember 2021.