SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pematangsiantar mengusulkan 222 orang narapidana untuk mendapatkan Remisi Khusus (RK) Natal 2021.

Hal demikian disampaikan oleh Kepala Lapas Rudi F Sianturi melalui Humas, Daniel Sitindaon.

"Pada 11 Desember 2021, Lembaga pemasyarakatan kelas IIa Pematang Siantar kanwil Kemenkumham Sumut Usulkan Remisi Khusus Natal kepada ratusan warga binaan pemasyarakatan," tulis Daniel kepada Hetanews dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Adapun remisi berdasarkan Keputusan Presiden No.174 tahun 1999 pasal 1 ayat 1, menerangkan bahwa remisi adalah pengurangan masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang telah berkelakuan baik selama menjalani pidana.

Ia menjelaskan, dari 222 orang narapidana yang diusulkan mendapatkan remisi khusus Natal tahun 2021, dengan rincian 221 orang mendapat remisi khusus 1 dan sebanyak 1 orang dan mendapatkan Remisi Khusus 2 yang artinya langsung bebas setelah dilakukan pengurangan masa hukumannya.

Kasie Binadik Aulya Zulfahmi menambahkan,  remisi khusus diberikan kepada narapidana yang memenuhi syarat dengan berkelakuan baik dan bukan jenis hukuman dengan kategori dalam PP No.99 Tahun 2012  tentang syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan.

Dalam hal ini memperketat pemberian remisi kepada narapidana tiga jenis kejahatan luar biasa, yakni narkoba, korupsi, dan terorisme.

Dalam Kasus Narkoba yang di atas 5 tahun berhak mendapatkan Remisi apabila yang bersangkutan sudah mendapatkan JC (Justice Collaborator)  

Remisi tersebut merupakan pemberian dan bukan narapidana yang artinya sewaktu-waktu dapat di tarik kembali apabila narapidana tersebut melakukan pelanggaran tata tertib di dalam Lapas.

Karena itu narapidana Lapas kelas IIA Pematangsiantar harus berbuat baik dan mengikuti peraturan dan mengikuti program pembinaan kemandirian dan kerohanian selama menjalani hukuman di dalam lapas. 

"Kita juga berharap dari jumlah Remisi yang kita usulkan semoga tidak ada yang dibatalkan oleh Team Verifikator Kantor Wilayah dan Pusat," jelasnya.