HETANEWS.com - Kasus pembunuhan Subang semakin menambah misteri ketika muncul lagi hal yang baru mengenai luka yang ada di tubuh Danu.

Luka tersebut ternyata identik dengan yang ada di kuku Amel yang merupakan korban pembunuh ibu dan anak di Subang.

Soal luka yang dialami Danu dalam kasus pembunuhan Subang, keterangan itu muncul dari keterangan kuasa hukum Danu, Achmad Taufan di Kanal Youtube Heri Susanto yang tayang pada Rabu 8 Desember 2021.

Mengenai soal bekas luka di kaki Danu, Achmad Taufan mengatakan Danu memiliki penyakit sensitif di kulitnya sehingga kalau digaruk kadang sampai berdarah, itulah yang membuatnya dia harus menjalani tes kesehatan dan tes kejiawaan yang dilakukan di RS Sartika Asih.

Baca juga: Kasus Subang Harus Tuntas, Mantan Kapolda Anton Charliyan: Marwah Polri Dipertaruhkan, Roy Suryo Gemes, Kenapa?

Sementara itu soal bekas luka Danu, menurut Anjas di Thailand tetap harus berpegang pada azas praduga tak bersalah. Begitupun kalau netizen mengaitkan dengan keterangan di media sebelumnya soal ditemukan bekas darah di kuku jasad Amel.

Anjas mengatakan bahwa setelah melakukan pengecekan di pemberitaan sebelumnya tidak ada pernyataan pakar forensik Mabes polri dr. Sumy Hastry soal bekas luka yang ditemukan di kuku jasad Amel.

Memang ada pernyataan Sumy Hastry soal ditemukan sesuatu di kuku Amel korban pembunuhan Subang, namun tidak pernah ada pernyataan soal bekas darah, yang ditemukan di kuku Amel tersebut.

Meski demikian, penyebab luka termasuk yang ada di kaki Danu, memang tidaklah sulit yang bisa diungkap oleh ahlinya yakni dalam hal ini dokter.

Baca juga: Siapa Opik, Saksi Kasus Subang yang Dimintai Keterangan oleh Polisi, Lihat Danu Terobos TKP?

Dan apakah tes kesehatan yang dimaksud juga untuk kepentingan hal ini atau tidak. Pernyataan itu muncul dalam analisa terbaru Anjas di kanal Youtube Anjas di Thailand, yang tayang pada Sabtu 11 Desember 2021.

Sebelumnya oleh ahli forensik dari Mabes Polri dr Sumy Hastry melakukan autopsi ulang terhadap korban pembunuh ibu dan anak di Subang yaitu Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu korban kasus pembunuh ibu dan anak di Subang.

Dalam autopsi itu ahli forensik dr Sumy Hastry dalam autopsi pada jasad korban sampai diulang dua kali untuk menyempurnakan autopsi ini.

Dari hasil autopsi pertama yang dilakukan dr Sumy Hastry, bahwa korban Amel sebelum dibunuh, melakukan perlawanan kepada pelaku sehingga terjadi kontak fisik antara pelaku dan korban.

Baca juga: Ada Saksi Kasus Pembunuhan Subang yang Diduga Memberatkan Muhammad Ramdanu alias Danu, Inilah Sosoknya

"Kita cari petunjuk lain di tubuh jenazah. Dari seluruh kasus pembunuhan, tubuh manusia itu menyimpan petunjuk yang luar biasa. Petunjuk emas," ungkap dr Hastry.

Pada autopsi kedua, ahli forensik dr Sumy Hastry menemukan petunjuk emas berupa DNA pelaku di kuku Amalia. Menurut dr Sumy Hastry bahwa DNA dan luka pada tubuh tidak akan berbohong.

"Saya kan mengumpulkan ilmiahnya aja. Buktinya akan muncul dari forensik, jejak di TKP tidak akan bohong dan ini tidak bisa dipalsukan," kata dr Sumy Hastry.

dr Sumy Hastry mengatakan dalam mengungkap kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini pihak polisi sangat berhati hati dalam mengungkapkannya.

Baca juga: Alat Bukti Kasus Subang Sudah Terkumpul? Ahli Forensik Sebut Penyidik Juga Kuak Kebiasaan Tersangka

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com