HETANEWS.com - Publik kian penasaran strategi apa yang sedang dijalankan tim penyidik kasus pembunuhan Subang, sebab kasus serupa yang terjadi di Kupang dengan korban ibu dan bayi, justru bisa terkuak dalam waktu tidak sampai sebulan.

Banyak pertanyaan mengapa tim penyidik kasus pembunuhan Subang seperti sulit untuk mengumumkan tersangkanya, padahal banyak backup data atau hasil uji lab seperti sidik jari dan DNA, yang bisa menjadi 2 alat bukti untuk mengumumkan tersangkanya.

Strategi apa yang sedang dijalankan tim penyidik?

Ataukah tim penyidik kasus pembunuhan Subang kesulitan untuk mengungkap karena adanya jejak mistrius yang ditemukan di TKP rumah almarhum Tuti Suhatini.

Ada banyak kemungkinan yang bisa saja muncul, namun keberhasilan tim penyidik kepolisian di Kupang untuk mengungkap kasus pembunuhan ibu dan bayi dalam waktu singkat, akan menjadi tamparan bagi tim penyidik kasus pembunuhan Subang.

Munculnya dugaan adanya jejak misterius yang ditemukan tim penyidik di TKP kasus pembunuhan Subang, dikemukakan Anjas di kanal Youtube Anjas di Thailand yang tayang pada Selasa 7 Desember 2021.

Menurut Anjas, bisa saja salah satu dugaan kemungkinan ditemukannya jejak misterius di TKP, menjadi kendala hingga bulan ke-4 ini Polda Jabar belum mengumumkan siapa tersangkanya.

“Mungkin ada jejak berasal dari tubuh pelaku tapi masih tidak tahu itu milik siapa, belum bisa diidentifikasi,” ujar Anjas.

Baca juga: Pemeriksaan Danu Terkait Kasus Subang Berlanjut Hari Ini, Simak Penjelasan Achmad Taufan, Kuasa Hukum Danu

Staregi apa yang dijalankan penyidik?

Kasus pembunuhan Subang menjadi perharian publik karena hingga bulan ke-4, polisi belum juga mengumumkan tersangkanya. Strategi apa yang sedang disiapkan polisi?

Apalagi publik kian gemes karena dalam kasus serupa yakni pembunuhan ibu dan bayi di Kupang sudah berhasil diungkap. Seperti diketahui, pihak kepolisian telah mengamankan dan menetapkan RB sebagai tersangka pembunuhan ibu dan bayi di Kupang.

Pembunuhan ibu dan bayi di Kupang terjadi pada akhir Oktober 2021, ketika seorang pekerja menemukan jenazah ibu dan bayinya di dalam proyek penggalian saluran pipa SPAM Kali Dendeng, Kota Kupang. Kedua jenazah ditemukan terbungkus kantong plastik.

Polisi harus bekerja ekstra untuk mengungkap jenazah ibu dan bayi tersebut. Kedua jenazah tersebut akhirnya dapat diketahui identitasnya setelah dilakukan tes DNA. Namun, pada Kamis 2 Desember, tersangkanya menyerahkan diri dan polisi segera menetapkannya sebagai tersangka.

Anjas mempertanyakan strategi apa yang sedang dilakukan tim penyidik kasus pembunuhan Subang?

Apakah tim penyidik ingin mengumpukkan semua bukti-bukti tersangkanya, baik sebagai pelaku, dalang, orang-orang yang membantu, dan orang-orang yang mengetahui kasus pembunuhan Subang tersebut.

Anjas menilai, jika memang itu strategi yang tengah dijalankan, maka tim penyidik gagal untuk menjalankan strategi tersebut. Sebab, kasus pembunuhan Subang sudah masuk bulan ke-4, tetapi belum juga terungkap tersangkanya.

Padahal, menurut Anjas, logikanya semakin banyak saksi sampai 55 orang yang diperiksa akan semakin mudah pengungkapan. Kalau saksinya benar dan kredibel, maka akan mengerucut kepada calon-calon tersangkanya.

Anjas juga mempertanyakan, mengapa Polda Jabar tidak menumumkan saja tersangkanya dengan alat bukti yang sudah ada. Sebab, kemungkinan dari tersangka tersebut nantinya akan berbicara dan mengarah ke tersangka-tersangka lainnya.

Atau ada kendala lain yang membuat tim penyidik belum juga mengumumkan siapa tersangkanya, selain kemungkinan adanya jejak misterius yang ditemukan di TKP.

Ada dua kemungkinan kendala yang dihadapi sehingga kasus pembunuhan Subang tersebut berlarut-larut sampai bulan ke-4.

Kendala pertama, mungkin tim penyidik menjalankan strategi untuk mengumpulkan semua alat bukti yang bisa menjerat semua tersangka sekaligus, dan ternyata itu tidak berhasil.

Kemungkinan kendala kedua adalah bahwa pelaku sangat mengetahui soal-soal seperti bagaimana menghindari titik-titik CCTV di sekitar TKP, atau pelaku pintar untuk menghilangkan jejak-jejak, termasuk jejak digital dengan tidak membawa HP saat eksekusi.

Baca juga: Ada Apa dengan Danu, Diperiksa Polisi untuk Jalani Tes Psikologi dan Tes Kebohongan Kasus Pembunuhan Subang?

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com