SIANTAR, HETANEWS.com - Menantu anggota DPRD Siantar Ferry SP Sinamo, Kristofer Simanjuntak (33) dituntut 4 tahun penjara potong tahanan sementara yang telah dijalani.

Terdakwa Kristofer dinyatakan terbukti melakukan penipuan melalui bisnis trading saham senilai Rp 63 Milyar.

Demikian disampaikan jaksa Selamat Riyadi Damanik melalui surat tuntutan yang dibacakan dalam persidangan virtual di Pengadilan Negeri Santar, Selasa (7/12/2021). Kristofer dipersalahkan melanggar pasal 378 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Baca juga: Soal Dugaan Investasi Bodong, Ferry Sinamo dipolisikan

Terdakwa Kristoffer dilaporkan mertuanya (Ferry SP Sinamo), karena telah melakukan penipuan yang mengakibatkan kerugian hingga Rp.63 Milyar melalui bisnis trading saham. Terdakwa sempat mengaku jika dirinya kena hipnotis sehingga mengalami kerugian milyaran rupiah.

Baca juga: Mengaku Terhipnotis, Menantu Ferry Sinamo Akhirnya Ditahan

Terungkap dalam persidangan, awalnya Ferry SP Sinamo mengajak terdakwa bertemu di Hotel Grand Aston. Setelah dijelaskan tentang bisnis trading saham yang dikerjakan terdakwa, Ferry Sinamo (pelapor) menjadi tertarik dan ikut dalam bisnis saham tersebut.

Lalu Ferry SP Sinamo merekrut teman, saudara dan kolega untuk bergabung dalam bisnis tersebut. Meski Terdakwa juga sudah menjelaskan jika dalam bisnis saham tersebut tidak selamanya mendapatkan keuntungan.

Baca juga: Menantu VS Mertua Anggota DPRD Siantar Kasus Trading Saham 63 Milyar

Seiring berjalannya waktu, bisnis saham itu merugi setelah pandemi covid-19. Meski demikian, terdakwa tetap berupaya memberikan keuntungan kepada Ferry Sinamo. Keuntungan yang telah diberikan kepada Ferry Sinamo sudah impas.  

Baca juga: Ferry SP Sinamo Dihukum Mengembalikan Uang Ratusan Juta Secara Tunai

Sementara itu, 2 mobil mewah dinyatakan akan dijadikan barang bukti dalam perkara lainnya atas SPDP yang telah diterima jaksa. SPDP atas nama Ferry SP Sinamo yang telah dilaporkan oleh beberapa nasabah pemberi modal yang ikut dalam bisnis trading saham.

Atas tuntutan jaksa tersebut, pengacara Eljones Simanjuntak  akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) secara tertulis. Untuk itu, majelis hakim diketuai Rahmat Hasibuan SH menunda persidangan hingga Selasa (14/12/2021) mendatang. 

Baca juga: Dianggap Mencederai Kehormatan Dewan, Ferry Sinamo Diadukan Ke BKD