HETANEWS.com - Anggota DPR RI dari fraksi Demokrat Hinca Panjaitan belakangan sering dijuluki sebagai ‘Mr Restorative Justice’ oleh lembaga penegak hukum. 

Jika diterjemahkan langsung, ‘Mr Restorative Justice’ pengertiannya adalah Bapak Keadilan Restoratif.

Kepada Hetanews Hinca menuturkan, panggilan itu sering ditujukan kepadanya oleh pihak kejaksaan dan kepolisian. Belakangan ia menyadari panggilan itu muncul dari kasus yang dialami Kakek Samirin (70).

“Di kejaksaan dan di kepolisian, mereka menyebut saya sebagai ‘Mr.Restorative Justice’ setelah kasus kakek Samirin tahun lalu. Mr Restorative Justice itu Hinca Panjaitan,” ujar anggota Komisi III DPR RI itu, Selasa (7/12/2021).

Hinca sebelumnya menyoroti perkara pencurian oleh terdakwa Samirin (70) pada tahun 2020 di Pengadilan Negeri Simalungun. 

Baca juga: Didakwa Curi Getah 1,9 Kg, Kakek Samirin Akhirnya Bebas Usai Divonis 2 Bulan Penjara

Warga Desa Dolok Maraja, Tapian Dolok itu didakwa atas kasus pencurian getah sebanyak 1,9 Kg dengan harga Rp 17.480 milik PT Bridgestone pada Juli 2019. 

Dalam persidangan, Samirin dituntut oleh JPU 10 bulan penjara. Ironisnya, Samirin ditahan setelah polisi menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Simalungun. 

Oleh pihak kejaksaan, penahanan terhadap kakek Samirin dianggap untuk mempermudah proses persidangan.

Beranjak dari kasus yang menimpa Samirin, Hinca turun ke Kabupaten Simalungun untuk mengetahui kejadian sebenarnya.

“Saya tidak mengintervensi jalannya persidangan,” ucap Hinca saat itu.

Hinca menegakkan keadilan untuk Samirin. Melalui pengacara, Samirin mengajukan permohonan penangguhan penahanan dan nota pembelaan [Pledoi].

Baca juga: Komisi III DPR-RI Hinca Panjaitan Respon Kakek Dituntut 10 Bulan karena Rp17 Ribu

Hinca juga ikut dalam aksi pengumpulan koin sebagai uang ganti kerugian yang diserahkan ke PT Bridgestone.

Pada 15 Januari 2020, majelis hakimakhirnya menjatuhi vonis terhadap Samirin dengan hukuman 2 bulan penjara dikurangi masa tahanan sementara yang dijalani. 

Hinca pun bercermin dengan kasus yang dialami Samirin.  Ia berjanji akan memperjuangkan perkara perkara macam itu dalam rapat rapat legislasi di DPR. Menurut Hinca, perkara yang dialami Samirin tidak memenuhi rasa keadilan.

Pada kesempatan lain, Hinca Panjaitan juga mengapresiasi wilayah Kabupaten Simalungun yang menjadi inspirasi bagi lahirnya Restorative Justice atau keadilan restoratif.

Baca juga: Anggota DPR RI Hinca Panjaitan Apresiasi 4 Instansi Penegakan Hukum Simalungun

Keadilan restoratif adalah penyelesaian perkara tindak pidana berfokus pada pemidanaan yang diubah menjadi proses dialog dan mediasi yang melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain terkait untuk bersama-sama menciptakan kesepakatan atas penyelesaian perkara pidana yang adil dan seimbang bagi pihak korban maupun pelaku dengan mengedepankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan mengembalikan pola hubungan baik dalam masyarakat.

Sebagai informasi, penyelesaian perkara melalui keadilan restoratif gencar dilakukan di Kejaksaan Simalungun. Adapun kasus yang telah diselesaikan sebanyak 7 perkara.

Baca juga: Kejari Simalungun Selesaikan 7 Perkara Melalui Keadilan Restoratif