HETANEWS.com - Nama Danu kembali mencuat dalam kasus pembunuhan Subang, setelah dipanggil lagi sebagai saksi oleh polisi di Polda Jabar pada Senin, 6 Desember 2021.

Menurut YouTuber Anjas di Thailand, Danu merupakan salah satu saksi yang memberikan pernyataan-pernyataan kontroversi dalam kasus pembunuhan Subang baik di media sosial maupun di media massa, bahkan bisa jadi di BAP.

Misalnya seperti pernyataan Danu di Youtube Ki Anom yang mengatakan dia keluar jam 3 pagi dan melihat ada orang di TKP kasus pembunuhan Subang saat itu. Namun beberapa lama kemudian, pernyataannya itu dibantah saat diwawancara media massa.

Begitu juga ketika orang tua Danu diperiksa di Polres Subang menyatakan jika saat kejadian pembunuhan Subang tanggal 18 Agustus 2021 dinihari, Danu tidak keluar rumah melainkan sedang tidur.

Anjas mengatakan, dengan sering adanya kontroversi dalam keterangan Danu tersebut, diduga tim penyidik kepolisian kali ini membutuhkan kehadirannya secara fisik. Bisa jadi, Danu menjalani tes, apakah itu tes psikologi atau kejiwaan atau tes kebohongan.

Baca juga: Ada Saksi yang Tidak Pulang Sampai Sekarang, Polda Segera Umumkan Tersangka Pembunuhan Subang

“Jadi bukan tentang BAP, mungkin ada tapi tidak fundamental. Mungkin Danu sedang melakukan tes psikologis atau tes kebohongan,” ujarnya.

Hal itu dikemukakan Anjas di kanal Youtube Anjas di Thailand yang tayang pada Senin 6 Desember 2021 sore.

Polisi mengunakan tes kebohongan bukanlah hal yang pertama kali dilakukan kepada saksi kasus pembunuhan Subang. Sebulan setelah kejadian pembunuhan Subang, Yosef dan istri keduanya, Mimin Mintarsih pernah menjalani tes kebohongan.

Dikatakan Anjas, bisa saja apa yang dijalani Danu dalam pemeriksaan hari ini, bisa juga dilakukan kepada saksi-saksi lain di kemudian hari, jika memang dirasa diperlukan oleh tim penyidik.

Anjas sendiri masih bertanya-tanya kendala apa yang dihadapi tim penyidik sehingga belum percaya diri untuk segera mengumumkan tersangka kasus pembunuhan Subang.

Baca juga: Pembunuh Subang Terungkap? Kapolda Jabar Mohon Doa, Keterangan Saksi Sudah Mengerucut

Sebab, menurutnya, jika terlalu lama menunda-nunda khawatir akan menjadi api dalam sekam yang bisa menimbulkan konflik di masyarakat.

Sebab, semakin lama ditunda-tunda akan semakin sering saksi-saksi berbicara di media, dan akan diterima netizen dengan berbagai persepsi.

Anjas juga menyampaikan munculnya dugaan adanya saksi bayaran atau saksi palsu dalam pengungkapan pembunuhan Subang,  melalui Kanal Youtube Anjas di Thailand yang tayang pada Senin 6 Desember 2021 sore.

Alasan yang mendasari dugaan adanya saksi bayaran dalam pengungkapan kasus pembunuhan Subang, salah satunya soal banyaknya saksi yang total mencapai 55 saksi.

Menurut Anjas, secara logika makin banyaknya saksi akan semakin mudah untuk mengerucutkan tersangka kepada saksi-saksi tertentu. Namun, yang terjadi dalam pengungkapan kasus pembunuhan Subang, logika itu tidak terjadi.

Baca juga: Terbaru di Kasus Subang: Algojo Amel, Tuti Bermotif Duit Besar? Ini Jawaban Menohok Kapolda Jabar soal Saksi

“Mengapa tim penyidik belum juga mengumumkan tersangkanya,” ujar Anjas.

Ada berbagai kemungkinan menurut Anjas, yang membuat polisi belum juga mengumumkan siapa tersangka kasus pembunuhan Subang.

Salah satu kemungkinan, di lapangan terutama saksi-saksi yang muncul di media massa dari total 55 saksi tidak semua saksi kredibel.

Dikatakan Anjas, bisa saja ada saksi saksi yang diciptakan atau dibayar oleh seseorang untuk melakukan framing-framing tertentu. Itulah yang membuat pengungkapan kasus pembunuhan Subang berjalan cukup lama.

“Misal, hasil otopsi dan temuan jejak sudah mengarah kepada saksi-saksi tertentu, tetapi ternyata pada saat diperiksa kemudian ada saksi lainnya yang menyatakan dia saat kejadian ada bersamanya,” tuturnya.

Hal itulah yang membuat tim penyidik harus melakukan kroscek untuk membuktikan kebenaran saksi tersebut.

"Itu baru dari satu saksi dan satu hal saja, apa kabar kalau ada 10 saksi seperti itu,” tutur Anjas.

“Kalau satu saksi saja butuh waktu kroscek 50 jam, 100 jam, sehingga butuh waktu banyak untuk melakukan kroscek kepada lebih banyak saksi lagi,” ucap Anjas di Thailand.

Baca juga: Ada Strategi Polisi Hingga Belum Umumkan Tersangka Pembunuh Ibu dan Anak di Subang

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com