HETANEWS.com - Anggota DPRD Komisi II, Ferry SP Sinamo yang terjerat kasus Trading saham diadukan oleh LBH Pematangsiantar karena dianggap mencederai kehormatan dewan.

Pengaduan tersebut diserahkan oleh Lembaga Bantuan Hukum [LBH] Pematangsiantar melalui sekretariat DPRD Siantar ke BKD [Badan Kehormatan Dewan], Senin (6/12/2021). 

Pengaduan tersebut didasari adanya keresahan dari kalangan masyarakat yang dimuat dalam pemberitaan bahwa Ferry Sinamo diduga menjalankan bisnis jual beli saham. 

Baca juga: DPRD Setujui Tatib, Kode Etik dan Tata Beracara BKD

Adapun data dihimpun LBH Pematangsiantar, politisi PDI Perjuangan itu diduga telah mengumpulkan uang sebesar Rp 60 Miliar dengan modus perdagangan saham [Trading Saham] periode 2019-2020.

Dalam perjalanannya, Ferry Sinamo  tidak dapat mengembalikan uang dan keuntungan kepada sejumlah rekannya dalam bisnis saham tersebut.

LBH Pematangsiantar juga membeberkan sejumlah kasus yang melibatkan Ferry Sinamo yang tercatat dalam perkara di Pengadilan Negeri Siantar, Pengadilan Niaga Medan dan Kepolisian Resort Siantar. 

Baca juga: Selesai Putusan Pengadilan, Ferry Sinamo Hadapi Laporan Polisi

“Anggota DPRD merupakan jabatan amanah yang diperoleh melalui pemilihan langsung dari rakyat, sehingga jabatan itu perlu dijunjung tinggi karena didalamnya termuat aspirasi masyarakat,” kata Ketua LBH Pematangsiantar, Chandra Kusuma Pakpahan melalui keterangan tertulis.

Chandra menerangkan, dalam menjalankan tugas, wewenang dan tanggung jawab sebagai anggota DPRD, pemerintah telah membentuk UU MD3. 

Maka untuk itu setiap anggota DPRD yang tersangkut masalah, wajib diberi sanksi tegas dan terukur sesuai dengan penilaian terhadap permasalahan yang dilakukan.

Oleh sebab itu pihaknya mendesak Badan Kehormatan Dewan di DPRD Siantar untuk mengambil langkah tegas sebagaimana yang diatur dalam UU MD3 dan peraturan yang berlaku di DPRD.

“Segera melaksanakan pelanggaran kode etik dengan menerapkan pasal 355 ayat (2) jo pasal 405 ayat (2) UU MD3. Bila ada pendapat lain kami bersedia menjelaskan persoalan ini dalam forum resmi BKD,” jelas Chandra Pakpahan.

Baca juga: Ferry SP Sinamo Dihukum Mengembalikan Uang Ratusan Juta Secara Tunai