SIANTAR, HETANEWS.com - Terdakwa Encas Prayatna (43) dituntut hukuman 7 tahun denda Rp 1 Milyar subsider 6 bulan penjara. Jaksa Siti Martiti Manullang SH menyatakan Encas bersalah melanggar pasal 114 (1) Jo pasal 132 UU RI No 35/2009 tentang peredaran narkotika.

Warga Jalan Singosari Gang Salak Kelurahan Bantan itu terbukti menjual narkotika jenis sabu. Encas merupakan residivis (sudah pernah dihukum) dalam kasus yang sama. Dia divonis 3 tahun 9 bulan pada Juli 2019 lalu dengan pasal 127 (1) UU RI No 35/2009. 

"Menuntut agar hakim menjatuhkan pidana penjara selama 7 tahun denda Rp 1 Milyar subsider 6 bulan," kata jaksa saat membacakan surat tuntutannya dalam persidangan online di Pengadilan Negeri Siantar, Senin (6/12/2021). 

Menurut jaksa, Encas diamankan petugas Satres Narkoba Polres Siantar pada Senin, 24 Oktober 2020 sekira pukul 19.30 wib. Malam itu, terdakwa akan menjual sabu pesanan Danu Pramana Putra (dihukum 4 tahun dan subsider 3 bulan penjara).

Encas ditangkap di eks Poskamling jalan Singosari saat menunggu Danu. Petugas menyita barang bukti sabu dan ganja dari tangan Encas dan dari hasil penggeledahan di rumah terdakwa.

Terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara prodeo Erwin Purba SH MH dari Posbakum PN Siantar memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Karena terdakwa merasa menyesal.

Untuk mempertimbangkan nya dalam putisan, persidangan dipimpin hakim Vivi Siregar SH, dinyatakan ditunda hingga Kamis (9/12/2021) mendatang.