JAKARTA, HETANEWS.com - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas menyambut baik penggabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan.

Pasalnya saat ini terdapat sejumlah BUMN pangan yang berada dalam sektor bisnis yang sama. Sejumlah BUMN mengembangkan usahanya sehingga kerap terjadi tumpang tindih.

"Kebijakan peleburan sangat bagus dan memang sangat diperlukan untuk efisiensi," ujar Dwi saat dihubungi Kontan.co.id beberapa waktu lalu.

Dwi bilang peleburan akan membuat BUMN dapat berjalan secara bersama-sama. Ditambah lagi, bila nantinya BUMN pangan disatukan dalam bentuk holding.

Pembentukan holding akan membuat koordinasi BUMN lebih luas dari sisi produksi hingga distribusi dan perdagangan. Selain itu, adanya peleburan juga akan membuat keuangan perusahaan pelat merah lebih baik.

"Sehingga nanti perusahaan yang tidak sehat itu tidak menjadi beban masyarakat," ungkapnya.

Penguatan BUMN pangan juga diharapkan dapat memberikan dampak langsung pada masyarakat. Terutama bagi petani, peternak, dan nelayan.

Sebagai informasi pemerintah melebur 6 perusahaan menjadi 3 perusahaan. Antara lain PT Pertani melebur ke PT Sang Hyang Sri, PT Perikanan Nusantara dilebur dalam PT Perikanan Indonesia, dan PT Bhanda Ghara Reksa dilebur ke PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Sumber: kontan.co.id