SEBAGAI mahasiswa ilmu kesejahteraan sosial, praktik kerja lapangan adalah hal wajib yang harus dilakukan. 

Dibawah bimbingan supervisor sekolah, Randa Putra, saya Kirye Elisye Marsaulina Sihombing Mahasiswa ilmu kesejahteraan sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU, melakukan praktek kerja lapangan di IPWL Bukit Doa Taman Getsemani, Deli Serdang.

Praktek kerja lapangan ini dilakukan selama kurang lebih 3 bulan, yaitu sejak tanggal 06 September 2021 sampai dengan 27 November 2021.

Praktek kerja lapangan dilakukan sebanyak 3 kali seminggu, setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. 

Selama melakukan praktek kerja lapangan, praktikan juga dibimbing oleh supervisor lembaga yaitu program manager Bukit Doa Taman Getsemani, Charles Matius Sihombing. 

Ada tiga case utama yang ditangani di Bukit Doa Taman Getsemani, yaitu primary case, special case, dan dual case. 

Selama melakukan praktek kerja lapangan, saya memfokuskan diri pada primary case, yaitu pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika.

Ada berbagai kegiatan yang dilakukan resident primary case. Seperti morning meeting, sesi encounter, sesi tools, seminar, olahraga, sesi religi, dan berbagai kegiatan lainnya. 

Dari berbagai kegiatan tersebut, praktikan berusaha untuk mengikutinya atau paling tidak melihat keberlangsungan kegiatan yang sedang dilakukan.

Selain mengikuti berbagai kegiatan yang dilakukan oleh residen primary case, tujuan utama dari praktek kerja lapangan ini adalah untuk mengasah kemampuan praktikum mahasiswa ilmu kesejahteraan sosial dalam melakukan intervensi komunitas. 

Dalam hal ini, proses intervensi diberikan kepada residen primary case. Adapun tahapan intervensi yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Engagement, yaitu tahap pendekatan dengan residen.
     

  2. Assessment, yaitu proses penggalian masalah residen. Metode yang digunakan adalah matriks prioritas masalah. Praktikan memberikan satu pertanyaan kepada residen yaitu “Apa hal-hal yang paling membuat jenuh selama menjalani rehabilitasi?”. 

Jawaban masing-masing resident kemudian dituliskan pada papan tulis. Dari jawaban yang sudah diberikan, jawaban yang paling banyak disepakati oleh resident sebagai hal yang paling membuat jenuh adalah karena tidak bisa merokok.

Lalu jawaban berikutnya yang paling banyak disetujui adalah karena kegiatan yang monoton.

  1. Perencanaan, tahap ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan direktif. Dalam pendekatan direktif, pihak yang paling berperan dalam merumuskan perencanaan adalah praktikan. 

Karena itu perencanaan yang dibuat oleh praktikan adalah sesuai dengan pokok permasalahan yang harus diatasi dari sudut pandang praktikan, bukan sudut pandang residen.

 Dalam hal ini, praktikan melihat bahwa hal sebenarnya yang membuat residen jenuh menjalani rehabilitasi adalah karena kegiatan yang monoton. Jadi, praktikan memutuskan untuk membuat berbagai macam kegiatan untuk residen seperti sesi permainan dan diskusi kelompok.

  1. Pengimplementasian rencana. Sesuai dengan apa yang sudah disebutkan pada tahap perencanaan, praktikan mengadakan sesi permainan dan diskusi kelompok setiap hari Selasa dan Sabtu, pukul 15.00 WIB-16.00 WIB.
     

  2. Evaluasi, dilakukan dengan menanyakan atau melihat reaksi residen setiap kali sesi dilakukan.
     

  3. Terminasi atau pemutusan hubungan. Pada hari terakhir praktikan melakukan praktek kerja lapangan, resident mengadakan acara manggang-manggang, dan praktikan memberikan sepatah dua kata bagi residen.

    Terjadinya pemutusan hubungan berarti berakhir pulalah sesi permainan dan sesi diskusi kelompok yang diadakan praktikan bagi residen.

Melakukan praktek kerja lapangan di IPWL Bukit Doa Taman Getsemani merupakan suatu pengalaman yang berharga bagi saya. 

Ada banyak hal yang menjadi pelajaran bagi saya selaku praktikan. 

Besar harapan praktikan agar setiap residen yang sedang menjalani pemulihan di Bukit Doa dapat menjalaninya dengan baik dan dapat mempertahankan pemulihan itu pula saat sudah selesai menjalani pemulihan. 

Bagi para pembaca tulisan ini yang memiliki keluarga atau kenalan yang sedang mengalami kecanduan terhadap narkotika, segera bawa mereka ke pihak-pihak yang dapat membantu mereka untuk pulih.

Laporan ini disusun oleh: Kirye Elisye Marsaulina Sihombing