SIANTAR, HETANEWS.com - Perum Bulog Kantor Cabang [Kancab] Kota Siantar memastikan stok daging dan bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) tersedia.

Kepala Bulog Kota Siantar, Rudy Damanik mengatakan, stok bahan pangan seperti daging kerbau beku dan beras saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Untuk stok daging kita cukup, apabila kurang akan kita tambahi. Termasuk juga beras saat ini 1.800 Ton, dan gula 20 Ton jadi menjelang Nataru ini sembako cukup aman," ungkap Rudy ditemui di kantornya, Kamis (2/12/2021).

Ia menjelaskan, untuk harga beras medium dalam satuan kilogram dijual seharga Rp 8.600, sedangkan beras premium seharga Rp 10.500.

Sementara daging kerbau beku dijual Bulog dengan harga yakni Rp 80.000 per kilogram.

Harga ini relatif lebih murah jika dibanding dengan daging sapi di pasaran yang mencapai harga Rp 120.000 per kilogramnya.

"Kita sediakan daging kerbau beku. Masyarakat gak perlu khawatir karena sudah BPOM dan ada label halal dari MUI. Ini juga sudah banyak yang mau pesta belinya daging kita," kata Rudy menjelaskan.

Minyak goreng

Namun ia mengakui untuk stok minyak goreng di Bulog Siantar saat ini sedang kosong. Sebagaimana diketahui harga minyak goreng tersebut mengalami kenaikan sejak November 2021.

"Udah jadi isu nasional ya kalau minyak goreng ini. Memang pada saat ini stok minyak goreng lagi kosong, tapi sudah kita usulkan ke pusat untuk memasok stok minyak goreng kita," lanjut Rudy.

Mengingat stok sembako yang terbilang cukup aman, Rudy berharap masyarakat tak perlu khawatir apalagi sampai melakukan panic buying atau menimbun barang karena khawatir.

"Ya kita berharap menjelang Nataru ini masyarakat tidak perlu panic buying lah. Karena stok selalu kita persiapkan," ucap Rudy.

Di lain tempat, Hendra Simamora selaku Kepala Bagian Perekonomian Kota Siantar menyebut harga bahan pokok di pasaran juga masih terbilang aman.

"Harga bahan pokok dari hasil pantauan kita hingga saat ini masih terjangkau," kata Hendra dikonfirmasi pada Kamis.

Baca juga: 5 Penyebab Harga Minyak Goreng Masih Mahal