SIANTAR, HETANEWS.com - Terdakwa DS (20) dan  D (20) dijatuhi hukuman 7 tahun penjara denda 1 Miliar subsider 4 bulan. 

D yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum dan rekannya D yang bekerja sebagai Juru parkir [Jukir] terbukti melakukan tindak pidana pencabulan. 

Keduanya melanggar pasal 82 ayat 1 UU RI No 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo 55 ayat 1 KUHPidana.

Kedua terdakwa memerkosa korbannya yang masih berumur 13 tahun  di sebuah kamar Kos di Tanjung Pinggir, Siantar Martoba Sabtu 15 Juni 2021.

Ketua majelis hakim Vivi Siregar dalam persidangan virtual di Pengadilan Negeri Siantar, Kamis (2/12/2021) menjatuhi vonis kepada DS dan D masing masing 7 tahun penjara.

Sesuai dengan fakta persidangan, kedua terdakwa bersama rekannya DT menemui korban yang sedang duduk-duduk di Lapangan Merdeka.

Lalu mengajak korban naik dan masuk kedalam angkutan kota (angkot) yang dikemudikan terdakwa D. 

Korban saat itu ketepatan tidak memiliki uang, korban pun naik ke dalam  mobil angkutan dan diajak makan di sebuah warung. 

Selanjutnya, DS, D dan rekannya DT membawa korban ke kos terdakwa D dengan alasan ingin mandi. Tak lama kemudian DT pergi meninggalkan korban bersama dua terdakwa.

Hingga akhirnya korban dipaksa melayani nafsu bejat kedua terdakwa secara bergantian. 

Setelah itu korban diantarkan ke jalan Kartini dan dijemput oleh kakaknya. Sesuai visum et repertum korban mengalami luka akibat ruda paksa.