SIANTAR, HETANEWS.com - Terdakwa Juniar Napitupulu (49) atau JS dijatuhi hukuman 7 bulan kurungan penjara atas perkara penipuan jual beli tanah kavlingan.

PNS yang bertugas di Polres Siantar itu tidak menjalani kurungan penjara namun berstatus sebagai tahanan kota. 

Putusan hakim terhadap JS dibacakan dalam persidangan yang digelar Selasa 30 November 2021 di Pengadilan Negeri Siantar. 

Terdakwa JS dinyatakan bersalah melanggar pasal 378 KUH Pidana. 

Adapun vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa Henny Simandalahi yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 1 tahun.

Kasi Pidum Kejari Siantar, Edi Tarigan membenarkan adanya putusan terhadap PNS yang tinggal di jalan Mata Air No.19 Kelurahan Aek Nauli itu.

JS disebut akan melakukan upaya hukum banding. "Banding lah dia [JS], kalau tidak ya masuklah," ucap Edi kepada Hetanews ditemui Rabu (1/12/2021).

Dalam perkara ini, JS terbukti menjual tanah kavlingan yang bukan miliknya kepada Poltak Panjaitan. 

Tanah kavlingan itu berada di jalan Lumban Binanga, Kelurahan Simarimbun seluas 5 x 20 meter dengan harga Rp 110 juta.

Saat meninjau ke lokasi, ada spanduk bertuliskan " Tanah Kavlingan Napitupulu," sehingga korban percaya. 

Terdakwa juga meyakinkan korban dengan mengatakan "Semua tanah ini adalah milik saya dan masih banyak lagi tanah yang mau saya jual dan kalau ada teman yang mau beli tanah,kasih tahu sama saya," 

Pembayaran tanah tersebut tertuang dalam bukti kwitansi disaksikan Timbul Saragi dan Ilham Saragih. 

Tapi surat tanah baru dapat diterima seminggu kemudian dengan alasan terdakwa belum ditandatangani Camat.

Habis seminggu sampai berbulan-bulan, terdakwa tidak dapat memberikan surat tanah tersebut.Si pembeli pun tidak bisa menguasai tanah kavlingan. 

Lalu korban Poltak  meminta uang dikembalikan dan terdakwa membuat surat pernyataan akan mengembalikan uang korban. 

Korban akhirnya mengetahui dari saksi Asinaria Panjaitan jika kavling tersebut bukanlah milik terdakwa milik milik Kemina Purba. 

Sementara itu terdakwa JS mengembalikan sebesar Rp 50 juta setelah terdakwa diproses hukum.

Menurut majelis hakim diketuai Katherine Siagian, terdakwa JS ini sudah pernah dihukum dan menjadi pertimbangan hakim dalam membuat putusannya. Adapun hukuman yang dijalani JS atas perkara jual beli tanah.

Baca juga: Oknum PNS Jadi Terdakwa Kasus Tanah, Status Tahanan Kota