HETANEWS.com - Ada kejutan dari analisa Anjas di Thailand menyangkut pemeriksaan Mimin istri muda Yosef, bersama dua anaknya dan teman anaknya terkait kasus pembunuh ibu dan anak di Subang oleh penyidik Polda Jawa Barat di Polres Subang, Senin 29 November 2021 lalu.

Anjas mengatakan, kasus pembunuh ibu dan anak di Subang Jawa Barat yang menewaskan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu alias Amel akan segera berakhir di bulan Desember 2021 ini.

Sudah akan ketahuan siapa tersangkanya, siapa pelakunya, siapa dalangnya, siapa yang membantu dan siapa orang-orang yang mengetahuinya.

Hal itu dibeberkan Anjas di Thailand pada kanal Youtube Anjas di Thailand yang diunggah 30 November 2021 dan dilihat DeskJabar.com Rabu 1 Desember 2021 dengan judul: PENUH KEJUTAN DIPERSIDANGAN!! SEDIKIT JEJAK TAPI BANYAK MOTIVASI??

Pemeriksaan keluarga Mimin pada 29 November 2021, kata Anjas di Thailand, sangat krusial bagi nasib Yosef suami Mimin yang juga dikenal dengan sebutan Yosef Subang.

Maklum, nama Yosef Subang dan Mimin  selalu muncul dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang dan sejak dari awal menjadi sorotan publik.

“Karena tidak bisa dipungkiri (jadi sorotan) Mimin sebagai istri kedua di masrakat kita status ini memiliki konotasi yang negatif”, ujar Anjas.

Berdasarkan data dari sejumlah media massa yang diperolehnya antara lain jejak dari Hand Phone (HP), CCTV dan hal lain yang kini sedang digali lebih dalam lagi oleh tim penyidik, Anjas di Thailand menilai, penyelidikan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang sudah memasuki bagian akhir penentuan-penentuannya

Analisa Anjas di Thailand itu didasari oleh tiga pertanyaan baru yang diajukan oleh penyidik kepada Mimin pada pemeriksaan terkait pembunuh ibu dan anak di Subang, Senin 29 November 2021 tentang parkir motor, jam dinding dan kebiasaan anaknya. Terkesan remeh temeh memang, namun kata Anjas sangatlah krusial.

Soal pertanyaan parkir motor kenapa ditanyakan?

Menurut Anjas itu merupakan bagian yang sangat penting dimana polisi ingin mengecek apakah Mimin istri muda Yosef jujur atau tidak.

Apakah Mimin benar-benar tidak mengetahui mengenai kejadian pembunuh ibu dan anak di Subang, apakah terlibat atau tidak karena Mimin juga ada di situ.

Baca juga: Siapa Opik, Saksi Kasus Subang yang Dimintai Keterangan oleh Polisi, Lihat Danu Terobos TKP?

Motif pembunuhan

Menurut Anjas di Thailand, umumnya kasus pembunuhan terjadi karena atau didasari oleh 3 motif. Pertama adalah masalah asmara, kedua harta dan ketiga masalah sosial.

Khusus masalah sosial, Anjas memberi penekanan mungkin bisa dikategorikan karena ada beberapa saksi yang mengklaim bahwa Mimin dengan Almarhumah Tuti istri pertama Yosef Subang sempat terjadi perselisihan.

“Bahkan diungkapkan ada teror melalui handphone. Itu adalah hal-hal  yang cukup memberatkan. Tapi tentunya tim penyidik tidak  langsung percaya begitu saja tapi harus dilakukan kroscek atau klarifikasi”, ujar Anjas di Thailand.

Pertanyaan dimana Yosef Subang memarkirkan motor pada saat malam kejadian pembunuh ibu dan anak di Subang, Anjas di Thailand menganalisa itu lebih mengarah kepada kroscek CCTV.

Menurut Anjas, mungkin saja saat itu (sebenarnya) Yosef Subang tidak pulang atau pulangnya lebih dari jam 12 malam.

“Tapi untuk jawaban itu sebenarnya bisa dikroscek dengan CCTV yang memang berada di sekitar lokasi kejadian dan untuk ini menurut aku tim penyidik sudah mendapat jawabannya”, kata Anjas.

Anjas di Thailand juga meyakini, mengapa soal parkir motor ditanyakan penyidik kepada Mimin dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, itu tidak lebih hanya ingin mengklarifikasi.

Pasalnya, kalau ada satu kebohongan saja, itu tidak menutup kemungkinan akan terjadi kebohongan-kebohongan yang lainnya lagi.

Yang kedua, pertanyaan penyidik ada berapa jam dinding di rumah? Dijawab oleh Mimin ada 6. Kenapa pertanyaan ini dimunculkan oleh tim penyidik?

Menurut Anjas di Thailand karena memang untuk bagian tahap akhir sudah sangat detil sekali. Anjas juga meyakini, jika tim penyidik kasus pembunuh ibu dan anak di Subang sudah datang ke rumah Mimin dan mefoto satu persatu 6 jam dinding tersebut.

“Karena kan di Indonesia ada kebiasaan jam itu ada yang dilebihkan 5 menit, ada 10 menit tapi kalau dilebihkan 1 jam kayanya nggak ya. Rata-rata mungkin antara 5 hinggal 15 menit atau 20 menit dilebihkannya”, kata Anjas.

Tujuan menanyakan jam, beber Anjas, untuk mencari tahu detil perbedaan antara waktu menit per menit. Misalnya begini, kalau Mimin mengatakan Yosef Subang pulang malam itu, di malam hari kejadian itu sekitar pukul 21.30 malam. Mimin melihat jamnya secara detil nggak?

“Lihatnya di jam yang ini (atau yang mana). Ok mungkin akan dikroscek seperti itu. Ya karena kan kita tidak tahu apakah beneran Pak Yosef pulang atau tidak. Tapi seperti dibilang di awal tadi, yang bisa mengkroscek ini adalah CCTV. Data (CCTV) sangat valid menurut aku”, kata Anjas.

Lagi Anjas menganalisa, kenapa soal jam dinding ditanyakan ke Mimin dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, itu karena penyidik ingin mengecek langsung dari Mimin sendiri apakah ia bohong atau tidak.

Jika seandainya Mimin bohong, misalnya Yosef Subang pulang jam 21.30 padahal ada CCTV yang di jamnya ternyata Yosef pulang jam 22.00 WIB atau jam 21.00 WIB.

“Makanya karena ada 6 jam di rumah Bu Mimin akan dibandingkan berapa menit perbedaannya. Itu alasan menurut aku kenapa ditanyakan seperti ini. Apakah Ibu Mimin mengetahui atau apakah ibu Mimin tidak mengetahui. Karena seperti yang sudah saya ingatkan tersangka di sini kemungkinan tidak hanya pelaku tapi juga ada orang yang membantunya, ada juga dalangnya atau ada orang yang mengetahui juga apakah bisa dijadikan tersangka atau tidak itu adalah nanti urusan hukum sendiri”, ungkap Anjas.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Subang, Pakar Hukum Sebut Bisa Saja Akan Ada Tumbal Mengerikan Bila Tersangka Ditangkap

Desember akan ketahuan

Lalu pertanyaan ketiga mengenai kedua anak Mimin yakni Arigi dan Abi soal kebiasaannya selain main game juga badminton dari sore dan Magrib biasanya sudah pulang. Kenapa pertanyaan ini ditanyakan?

Menurut Anjas karena mungkin saja terkait kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ada beberapa hal yang dinilai tim penyidik mengarah ke anak Mimin berdasarkan data dari sinyal HP.

“Untuk menganalisa hal seperti ini kan juga pasti harus dilihat datanya tidak bisa menggunakan feeling lagi. Aku menduga di awal-awal kasus ini ada saksi-saksi tertentu yang sudah dengan lantang mengatakan oh saya melihat dia saya melihat dia. Dia ini bisa saja Ibu Mimin dan juga anak-naknya”, kata Anjas.

Namun begitu, lanjut Anjas, tim penyidik kasus pembunuh ibu dan anak di Subang tidak mungkin percaya begitu saja. Harus dilakukan kroscek meski secara motif memang tidak bisa dipungkiri ada permasalahan yang terjadi di antara mereka.

Saat ini penampilan Mimin istri muda Yosef Subang sudah tidak begitu tertekan lagi. Anjas menduga, hal itu mungkin sudah belajar karena Mimin sudah menjalani pemeriksaan belasan kali terkait kasus pembunuh ibu dan anak di Subang dan itu pasti terjadi distorsi.

“Artinya bahwa saksi tersebut sudah mulai belajar pada saat ditanya pertama kali kedua ketiga belajar dari pemeriksaan sebelumnya dan itu takutnya nanti pernyataannya bukan lagi fakta tapi sudah menjurus ke opini”, kata Anjas.

Soal apakah pernyataan Mimin dalam setiap pemeriksaan ini akan mensuport Yosef Subang atau tidak?.

Anjas melihat apapun yang dikatakan Mimin kecenderungannya akan mensuport atau mendukung apa yang dikatakan oleh Yosef.

Tapi, kata Anjas, apapun yang dikatakan oleh saksi dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, hanyalah salahsatu bagian atau komponen yang dijadikan bahan analisa oleh tim penyidik.

“Tentunya harus dikroscek dengan data-data misalnya ada handphone karena kan tahu sendiri HP itu bisa dicek bisa dilacak. Dan aku melihat Pak Yosef ini selalu membawa HP kemana-mana itu kan bisa menjadi salahsatu jalan untuk mengecek apakah benar pada saat jam segini Pak Yosef sedang berada di titik mana. Apakah yang dikatakan Ibu Mimin, Pak Yosef dan anak-anaknya itu benar atau tidak,  bisa dicek dengan jejak HP yang dimiliki  Pak Yosef”, ujar Anjas.

Di luar tiga pertanyaan baru, kenapa ada 40 pertanyaan diajukan ke Mimin?

Menurur analisa Anjas di Thailand itu sebenarnya lebih menyasar ke pribadi Mimin. Apakah Mimin terlibat atau tidak. Meski, jelas Anjas, Mimin istri muda Yosef Subang seperti sangat yakin bahwa dia tidak terlibat dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang.

Berdasarkan data-data yang diperolehnya, Anjas di Thailand mengatakan memang kecil kemungkinannya Mimin termasuk ke dalam kategori sebagai pelaku dalam pembunuh ibu dan anak di Subang. Tapi kalau kategorinya mengetahui atau membantu atau dalangnya masih ada kemungkinan.

Termasuk juga, ungkap Anjas, ada kemungkinan Mimin sama sekali tidak terlibat dalam kasus pembunuh ibu dan anak di Subang, karena terjadi hal-hal framing seperti  distorsi dari masyarakat tentang subjektivitas tentang status Mimin yang menjadi sitri kedua yang juga dikatakan terjadi permasalahan cekcok antara almarhumah Tuti dengan Mimin.

“Tapi untuk semua itu masih dilakukan penyelidikan. Aku yakin dalam waktu tidak lama lagi kemungkinan besar di bulan Desember ini sudah akan ketahuan siapakah tersangkanya, siapakah pelakunya, siapakah dalangnya, siapakah yang membantu dan sipakah orang-orang yang mengetahuinya”, kata Anjas di Thailand.

Baca juga: Ada Saksi Kasus Pembunuhan Subang yang Diduga Memberatkan Muhammad Ramdanu alias Danu, Inilah Sosoknya

Kronologis kejadian

Sekedar mengingatkan, kasus pembunuhan Subang atau pembunuh ibu dan anak di Subang yang meminta korban jiwa Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) itu cukup menggegerkan karena tergolong sadis.

Sekedar mengingatkan, kasus pembunuhan Subang atau pembunuh ibu dan anak di Subang yang meminta korban jiwa Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) itu cukup menggegerkan karena tergolong sadis.

Jasad Tuti (ibu) dan Amalia (anak) ditemukan sudah tak bernyawa penuh darah di dalam bagasi mobil Toyota Alphard milik korban yang diparkir di halaman rumahnya di Kampung Ciseuti, Kecamatan Jalan Cagak. Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Adalah Yosef --belakangan disebut netizen sebagai Yosef Subang-- suami Tuti sekaligus ayah Amalia, yang pertama kali mengetahui dan menemukannya pada Rabu 18 Agustus 2021. Saat itu, Yosef Subang baru datang  ke rumah itu sehabis menginap di rumah istri mudanya.

Kronologisnya, saat hendak masuk rumah, ternyata sudah berantakan dan penghuni rumah Tuti dan Amalia tidak ditemukan. Lalu Yosef Subang bergegas menuju kantor polisi untuk melapor.

Tak lama kemudian, Yosef Subang  bersama polisi akhirnya mayat kedua korban ditemukan di dalam bagasi mobil Alphard dengan keadaan bertumpuk.

Beberapa hari kemudian, polisi memastikan jika korban Tuti dan Amalia meninggal dunia karena ada yang membunuh.

Hingga hari ini, Rabu 1 Desember 2021 atau sudah memasuki 4 bulan sejak kejadian, kasus pembunuhan Subang atau pembunuh ibu dan anak di Subang belum terungkap juga.

Polisi masih terus berupaya keras mengumpulkan, mencocokan dan menganalisa bukti-bukti yang didapat di lapangan.

Baca juga: Alat Bukti Kasus Subang Sudah Terkumpul? Ahli Forensik Sebut Penyidik Juga Kuak Kebiasaan Tersangka

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com