Jakarta, hetanews.com - Pemerintah kembali mengajak masyarakat untuk mengetatkan dan tetap disiplin dalam penerapan protokol kesehatan menjaga kewaspadaan serta sebagai bentuk antisipasi dari varian mutasi SARS-CoV-2 baru yaitu varian Omicron.

Varian Omicron yang kini merebak di sejumlah negara diharapkan menjadi penanda agar masyarakat tidak lalai dalam menerapkan langkah pencegahan COVID-19 paling efektif yaitu protokol kesehatan.

“Mengantisipasi kemunculan varian Omicron yang saat ini sudah terdeteksi di negara lain, Indonesia harus terus meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan. Terlebih, di Indonesia kita akan segera memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru yang akan menjadi ujian bagi kesiapan kita mengendalikan pandemi," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G.Plate dalam keterangan tertulisnya Rabu (1/12).

Meski varian Omicron belum terdeteksi di Indonesia, namun kewaspadaan harus tetap dijaga agar tidak lagi terjadi peningkatan kasus COVID-19 secara signifikan.

Berdasarkan evaluasi Satgas COVID-19, jumlah kasus COVID-19 masih terkendali walaupun tren kenaikan kasus di 21 kabupaten dan kota mulai mengalami penambahan mingguan di atas 10 kasus.

Pemerintah selain mengingatkan dan terus mengedukasi masyarakat tentang protokol kesehatan merupakan prioritas, juga tetap mempercepat pemberian vaksin COVID-19 kepada masyarakat yang belum menerima.

Bersama dengan TNI serta Polri maupun kolaborasi pihak- pihak lainnya, vaksinasi terus digencarkan sehingga dalam menurunkan risiko penularan virus SARS-CoV-2.

Johnny memastikan pemerintah juga telah bergerak cepat mengantisipasi masuknya varian baru ini ke tanah air.

Beberapa kebijakan diambil terkhusus dalam hal pengetatan perbatasan dan kedatangan dari luar negeri.

Pengawasan dan evaluasi berkala juga akan dilakukan terhadap negara-negara yang dibatasi masuk ke Indonesia serta pengetatan pintu masuk dan peningkatan pemeriksaan whole genome sequencing atau WGS yang berperan penting dalam deteksi dini potensi varian baru virus penyebab COVID-19.

sumber: merdeka.com