SIANTAR, HETANEWS.com - Polisi dari Satreskrim Polres Siantar menciduk seorang pria berinisial AS (56) atas laporan kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur inisial EL (16). 

AS (59) ditangkap dari kediamannya di Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Jumat 26 November 2021.

Penangkapan terhadap AS berawal dari laporan pengaduan Ibu korban inisial LS pada tanggal 9 November 2021 ke Polres Siantar.

Humas Polres Siantar, Iptu Rusdi Ahya mengatakan kronologi penangkapan pelaku berawal dari rekan LS menyuruh membuka aplikasi percakapan Facebook milik korban.

Setelah LS memeriksa isi pesan, ia menemukan pesan dari akun facebook AS. Adapun isi pesan kepada korban berbunyi ‘Kenapa makin kurus kau hasian [sayang]’.

Curiga dengan isi pesan itu, LS menanyakan langsung kepada korban. Kepada ibunya korban mengaku telah berhubungan badan dengan pelaku. 

Ia mengatakan bahwa dirinya diancam oleh pelaku bila memberitahukan perbuatannya.

Menurut korban, pelaku AS sudah lebih dari sekali mencabulinya. Dan terakhir awal November 2021 lalu, di salah satu hotel melati di Kota Siantar.

“Namun korban tidak berani menyampaikan kejadian tersebut kepada orangtuanya, lantaran korban diancam oleh pelaku. Kalau sempat korban memberitahu kepada orangtua korban pelaku akan membunuhnya,” tulis Rusdi dalam keterangan tertulis, Senin (29/11/2021).

AS saat ini mendekam di rumah tahanan Polres Siantar. Ia dijerat pasal 81 ayat (2) Subs pasal 82 ayat (1) Undang-undang nomor 17 Tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pemerintah pengganti UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang undang.

Ditemui di ruang kerjanya, Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Banuara Manurung mengatakan korban tinggal satu komplek dengan pelaku. 

Ia menyebut keduanya punya hubungan komunikasi. Korban berstatus pelajar dan tinggal di kos milik pelaku.

"Jadi pelaku ini kan mempunyai kos-kosan dan kebetulan korban ngekos di tempat kos pelaku. Karena korban merupakan seorang pelajar yang masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA)," kata Banuara.