TEBING TINGGI,Hetanews.com - Dalam rangka dugaan terjadnya tindak pidana korupsi berkesinambungan dalam APBD kota Tebing Tinggi Sat Reskrim Polres Tebing tinggi melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) turun melakukan pemeriksaan fisik pengerjaan rehab saluran drainase di Jalan Thamrin senilai Rp 2,4 miliar lebih, Jumat (26/11/2021).
Informasi yang diperoleh  di lokasi, pemeriksaan langsung dipimpin Kanit Tipikor, Ipda Tomson Simanjuntak yang didampingi oleh tim ahli dari Universitas Sumatera Utara (USU). 

Kasat Reskrim Polres Tebing tinggi, AKP Junisar Rudianto Silalahi melalui Kanit Tipikor, Ipda Tomson Simanjuntak membenarkan telah turun bersama 2 orang tim ahli USU untuk memeriksa pengerjaan drainase di Jalan Thamrin. 

"Rehab saluran drainase milik Dinas PUPR yang dikerjakan CV BMS senilai Rp. 2,4 miliar pagu anggaran 2021 telah kita periksa," katanya. 

Dijelaskannya, pemeriksa dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat ada dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan pada pengerjaan rehab saluran drainase di Jalan Thamrin. 

"Ada laporan dugaan korupsi, Kita masih memeriksa fisik, jumlah kerugian belum bisa ditentukan," tutupnya. 

Sementara salah seorang warga yangb ertempat tinggal dikawsan jalanThamrin sangat kecewa dengan pembangunan drainase tersebut sehingga memerintahkan pada pekerjanya untuk memboboĺ bangunan parit agar airdapat nengali ke saluran/ parit.

"Benar pak, saya disuru tauke untun membongkar daluran tersebut. Dikarenakan air sering tergenang diaspal/ jalan jikahujan turun. Sehingga mbuat genangan air difepan rumah", jelas pekerja.

Lanjutnya,pembamguna parot jauh lebih tinggi dari jalan . Sehingga air yang tergenana tidak akan turun ke drainase/saluran.Jadi benar sayadisiruh take untukmembobol banguna dengan membentuk parit ,agar air dari jalan dapat mengalir ke saluran.

" Dan terbukti setelah saya bobol, maka air yang tergenang dijalan, akhirnya dalat mengalir ke saluran" jelas pekerja yg tak mau disebutkan namanya.