Siantar, Hetanews.com - Erwin Purba SH MH selaku pengacara merasa kerja kerasnya tak sia sia. Meski sebagai pengacara prodeo yang dipercayakan pengadilan untuk mengelola Posbakum di bawah naungan BBH USI, ia selalu bekerja maksimal dalam melakukan pendampingan.

Terdakwa Jandriadi Purba, warga jalan Tangki Gang Bhinneka Kelurahan Nagapita Siantar, sebelumnya divonis 6 tahun penjara denda Rp.1 milyar subsider 1 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pematangsiantar. Sebelumnya dituntut 8 tahun oleh JPU Anna Lusiana.

Kemudian terdakwa didampingi Erwin Purba SH MH mengajukan upaya hukum banding ke PT Medan, vonisnya turun menjadi 5 tahun dan denda yang sama. Merasa masih belum mendapatkan keadilan, Erwin pun mengajukan kasasi.

Hasil putusan kasasi dari Mahkamah Agung yang diterima Erwin, pada Senin (29/11/2011) memutuskan agar terdakwa dijatuhi putusan 2,6 tahun denda Rp 1 Milyar subsider 3 bulan penjara.

"Hasil kasasi, memperbaiki putusan PT.Medan No.353/Pid.Sus/2021/PT Mdn dan mengubah putusan PN Pematangsiantar No 372/Pid.sus/2020/PN Pms," kata Erwin kepada hetanews di ruang Posbakum PN Siantar siang itu.

Jandriadi saat ditangkap petugas pada Selasa (7 Juli 2020) sekitar pukul 20.00 wib di jalan Mujahir Kelurahan Pardomuan Kecamatan Siantar Timur. Saat ditangkap, disita 2 paket sabu seberat 0,21 gram.

Dikatakan Erwin, saat ini terpidana Jandriadi sudah menjalani hukuman lebih kurang 1 tahun 4 bulan sejak ditangkap pada 7 Juli 2020.

Pengacara prodeo, melakukan pendampingan berdasarkan surat keterangan tidak mampu, tidak memungut biaya/tidak menerima upah. Meski demikian tetap melaksanakan tugas dan memperjuangkan hal hal yang benar,kata Erwin.