MEDAN, HETANEWS.com - Cristison Sondang Pane disapa Tison dan Jefri Susetio terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Medan periode 2021-2024.

Keduanya terpilih dari hasil pemilihan di Konferensi kota (Konferta) AJI Medan XI yang diselenggarakan di Ballroom Grand Inna Medan, Sabtu 28 November 2021. 

Tison- Jefri memenangkan 36 suara terbanyak dari calon Fiqa Rahma - Dewantoro yang memperoleh 29 suara dari jumlah total 68 suara. Sementara itu 1 suara dinyatakan tidak sah dan 2 suara abstain.

Selain agenda pemilihan, dalam Konferta turut dibahas program kerja AJI Medan selama 3 tahun kedepan. Salah satunya adalah persiapan pembentukan AJI Kota Siantar. 

"Dari proses panjang dan melelahkan itu, kita semua telah menuangkan ide-ide untuk merumuskan haluan program pengurus AJI Medan 2021-2024. Sudah tentu, hal tersebut akan menjadi tugas besar kita untuk mengimplementasikannya," kata Tison dalam keterangan tertulis, Minggu (28/11).

Tison- Jefri saat ini meneruskan kepengurusan AJI Medan periode sebelumnya yang dijabat oleh Liston Damanik sebagai Ketua dan Sriwahyuni sebagai Sekretaris. 

Tison menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk melanjutkan estafet kepengurusan tiga tahun mendatang.

"Kami pun tidak lupa menyampaikan, organisasi ini hanya akan berjalan maksimal jika kita saling menopang, memikirkan dan mengerjakannya bersama-sama," ungkapnya.

Pembentukan AJI Siantar

Ketua AJI Indonesia, Sasmito Madrim menyampaikan selamat atas terselenggaranya Konferta AJI Medan XI.

Selama pembahasan Konferta berlangsung, Sasmito mencatat beberapa aspirasi yang disampaikan peserta, khususnya mengenai pembentukan AJI Kota Siantar.

“Tadi saya juga mencatat banyak aspirasi yang disampaikan kawan-kawan dari Siantar, saya pikir ini akan menjadi catatan di pengurus nasional," kata Sasmito dalam sambutannya.

Ia pun mendorong persiapan pembentukan AJI Siantar segera dibahas setelah pembentukan struktur kepengurusan AJI Kota Medan.

"Nanti pengurus AJI Kota (Medan) yang baru, silahkan berkoordinasi dengan bidang organisasi, nanti akan dibahas secepatnya bagaimana AJI Kota Siantar ke depannya,” ucapnya lalu kemudian resmi menutup acara Konferta.

Sejak 2007, AJI Medan dibawah kepengurusan Dedi Ardiansyah dan Rika Sumartiningsih mulai melakukan advokasi terhadap jurnalis di Kota Siantar.

Satu tahun kemudian AJI Medan membuka perekrutan di luar kota termasuk Kota Siantar. Saat itu ada 5 orang jurnalis yang bergabung di AJI Medan.

Pada 2009 AJI Biro Siantar mendeklarasikan diri sebagai AJI Persiapan bersamaan dengan melakukan dialog tentang independensi jurnalis dalam pemilihan kepala daerah.

Seiring berjalannya waktu terjadi pasang surut pembentukan AJI di Kota Siantar. Fenomena itu turut terjadi seiring dengan geliat industri media yang berubah dari masa ke masa.

Dari tahun 2007 sampai April 2021, tercatat 19 jurnalis, karikatur dan freelance bekerja di perusahaan media berbasis di Kota Siantar bergabung di AJI Kota Medan.