HETANEWS.com - Terkini kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Tuti Suhartini diduga target utama namun Amalia memergoki si pembunuh.

Ada analisa dari ahli forensik dr. Sumy Hastry melihat bahwa kasus pembunuhan ibu dan anak di Jalancagak Subang ini merupakan pembunuhan terencana matang.

Bahkan, dr Sumy Hastry juga berpikir, bisa saja dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang itu, targetnya hanya seorang tetapi seorang lainnya menjadi terbawa.

Dengan latar belakang itu, bisa menguatkan dugaan, bahwa target utama pembunuhan adalah Tuti Suhartini yang kemudian Amalia Mustika Ratu memergoki sehingga dibunuh.

Mengapa korban bisa menjadi dua, menurut perkiraan dr. Sumy Hastry Purwanti, bisa saja pembunuh ingin melenyapkan jejak karena ketahuan.

Gambaran itu muncul pada YouTube Denny Darko, “dr. Hastry: Tidak Perlu Pengakuan untuk Menentukan Tersangka, Alat Bukti Sudah Cukup!” diunggah Sabtu, 27 November 2021 malam.

Denny Darko mewawancarai dr Sumy Hastry terkait analisa kasus pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu, yang terjadi pada rumah di Jalancagak, Subang, pada 18 Agustus 2021.

Nah, jika melihat kejadian ini, dimana dr, Sumy Hastry pernah mengatakan, bahwa yang tewas duluan adalah Tuti Suhartini, lalu kemudian Amalia Mustika Ratu.

Bisa jadi, target sebenarnya adalah Tuti Suhartini, namun kemudian Amalia Mustika Ratu memergoki lalu kemudian dihabisi.

Denny Darko kemudian bertanya soal pembunuhan ibu dan anak di Jalancagak Subang itu, sebenarnya ini lebih banyak yang sengaja atau tidak sengaja?

Baca juga: Analisa Baru Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Tukang Nasi Goreng Mengenali 5 Orang di Malam Kejadian?

Kemudian dijawab dr. Sumy Hastry Purwanti, "Itu nanti dijawabnya".

Ketika ada netizen yang bertanya, apakah mungkin situasi seolah terjadi pecah dua kubu pada kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang itu sengaja diciptakan oleh si pembunuh?

Dijawab dr Sumy Hastry, “Bisa saja ! Sebab kejahatan semakin canggih, dan tampaknya ada perencanaan matang”.

Soal pembunuhan berencana, menurut dr Sumy Hastry Purwanti, biasanya pelaku lebih dari seorang.

Kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) sudah lewat hari ke-100, dimana polisi masih berupaya mencari dan mengungkap siapa pembunuh mereka, di Jalancagak, Subang sejak tiga bulan lalu.

Ahli forensik dr. Sumy Hastry Purwanti sebagai ahli yang memerika jenazah korban, memberikan saran bagi masyarakat jika melihat jenazah korban pembunuhan.

Menurut dr Sumy Hastry Purwanti, bahwa dalam suatu kejadian pembunuhan, masyarakatnya sebaiknya jangan langsung memindahkan jenazah korban.

“Biarkan apa adanya, jangan dipindahkan, jangan diangkat. Memang kasihan, tapi kesulitan kita nanti saat olah TKP melakukan pada tubuh jenazah yang sudah berubah,” ujar dr Sumy Hastry Purwanti.

Nah, ketika Denny Darko bertanya, apa yang harus dilakukan masyarakat jika dihadapkan kepada tempat kejadian seperti pembunuhan ibu dan anak di Subang

Dokter Sumy Hastry Purwanti menjawab, “Ya jaga, jangan sampai ada orang lain masuk, kecuali polisi”.

Ia pun menyarankan, jika kebetulan belum ada police line, bisa menggunakan tali, kawasan itu ditutup sampai menunggu polisi datang.

Baca juga: Tertangkap Oleh Kamera CCTV Warga, Apakah Mungkin Dia Salah Satu Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang?

Sumber: pikiran-rakyat.com