HETANEWS.com - Perkembangan menarik terakhir dalam pengungkapan kasus pembunuhan di Subang adalah dilakukanya pemeriksaan serentak 12 saksi di Polres Subang dan di Polda Jabar di Bandung pada Kamis, 25 November 2021.

Para saksi diperiksa hampir bersamaan terkait soal kasus pembunuhan Subang yang terjadi pada 18 Agustus 2021. Bahkan, dalam pemeriksaan saksi utama di Polda Jabar membutuhkan waktu hampir 12 jam.

Ada apa? Tujuannya apa? Hingga mereka diperiksa bersamaan dan butuh waktu yang cukup lama. Bisa jadi, ini sebagai bagian strategi polisi sebelum menggebrak untuk menentukan tersangka pembunuhan Subang.

Menurut Anjas melalui kanal Youtube Anjas di Thailand yang tayang pada Jumat 26 November 2021, pemeriksaan secara bersamaan tersebut memang sebagai bagian dari strategi polisi.

Seperti diketahui, pada Kamis 25 November sebanyak 12 saksi dilakukan pemeriksaan secara serentak di Polres Subang dan di Polda Jabar di Bandung.

Tiga saksi utama yakni Yosef, suami dan ayah korban Tuti Suhartini dan Amel, kemudian Yoris anak dan kakak korban, serta Danu, sepupu korban diperiksa di Polda Jabar. Ikut juga diperiksa istri Yoris yakni Yanti.

Bahkan dari pengakuan kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat, pemeriksaan kliennya berbarengan dengan pemeriksaan terhadap Yoris dan Danu.

Menurut pendapat Anjas, pemeriksaan secara bersamaan tersebut dengan tujuan untuk validasi dan verifikasi, karena dalam perkembangan pemeriksaan saksi-saksi ada keterangan yang berbeda-beda.

Baca juga: Update Kasus Subang: Danu Diperiksa Lebih Lama dari Yoris, Ternyata karena Polisi Temukan ini di TKP

Pertemuan gabungan

Setelah hasil pemeriksaan serentak terhadap 12 saksi kasus pembunuhan Subang yang berlangsung Kamis 25 November 2021, menurut Anjas, saat ini tim penyidik tengah melakukan pertemuan gabungan.

“Apa yang sekarang dilakukan tim penyidik, sekarang tim penyidik sedang meeting jelang pengumuman tersangka bersama dengan forensik, CCTC, Reserse, mereka rapat bersama-sama,” tuturnya.

Menurut Anjas, pertemuan gabungan tersebut tidak lain bertujuan untuk mematangkan alat bukti sebelum mereka mengumumkan siapa tersangkanya.

“Jadi tim rapat gabungan ini, setiap bagian akan memaparkan hasil penyidikan dan mereka akan mencoba mencari hal-hal untuk dikritisi dengan tujuan untuk mengecek apakah alat bukti tersebut sudah kuat atau tidak, menjelang mereka tampil di persidangan nanti,” ujar Anjas.

Menurutnya, pertemuan gabungan tersebut tidak lain untuk mematangkan alat bukti sebelum mereka mengumumkan siapa tersangka kasus pembunuhan Subang.

Anjas juga mengatakan bahwa polisi tidak mengumumkan tersangka di Jumat keramat yang pas hari ke-100 kasus pembunuhan Subang, sebab polisi tentu tidak akan gegabah untuk mengorbankan ego namun dengan hasil yang tidak memuaskan.

Kalau ada netizen beranggapan mengapa polisi tidak mengumumkan siapa tersangkanya, sehingga dengan demikian tersangka tersebut akan merembet ke tersangka-tersangka lainnya baik itu pelaku, otak, orang yang mengetahui, serta orang yang membantu.

Menurut Anjas, tentu polisi akan berhati-hati karena kalau tersangka ditetapkan sekarang, bisa saja tersangka akan melakukan framing dengan membawa orang yang tidak bersalah.

Maka wajar dengan penryataan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Chaniago sebelumnya mengatakab bahwa polisi tidak sulit untuk menetapkan tersangka kasus pembunuhan di Subang, namun mereka harus bersikap hati-hati karena menyangkut HAM.

Baca juga: Pengacara Danu Kasus Subang, Penyidik Polda Jabar Kini Sudah Punya Gambaran Utuh Tersangkanya

Sumber: pikiran-rakyat.com