SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Ratusan Pangulu [Kepala Desa] di Kabupaten Simalungun kembali menuntut pelaksanaan Pemilihan Kepala Nagori [Pilpanag] digelar tahun 2022.

Mereka berbondong bondong mendatangi kantor DPRD Simalungun di Pamatang Raya, Jumat (26/11/2022) pukul sekitar pukul 09.00 WIB hingga 16.30 WIB.

Kedatangan mereka kembal mempertanyakan alasan Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga, menunda pelaksanaan Pilpanag.

Sebagian diantara mereka juga mengikuti rapat di Komisi DPRD Simalungun yang membahas anggaran pelaksanaan Pilpanag.

Pangulu Nagori Ambarisan Kecamatan Sidamanik, Raslan Purba, mengatakan dalam rapat di Komisi I DPRD Simalungun, hampir seluruhnya anggota DPRD setuju Pilpanag digelar tahun 2022.

“Hampir seluruh anggota yang hadir menyetujui bahkan berjanji akan memperjuangkan aspirasi kita,” jelasnya.

Baca juga: Relawan Penggerak Desa di Simalungun Demo

Pangulu Sahdinson Saragih menambahkan, ada 5 orang perwakilan Pangulu yang hadir dalam rapat yang dilaksanakan di Kantor DPRD. Kehadiran mereka juga menguji komitmen DPRD dalam memperjuangkan tuntutan mereka.

Ditunda Bupati

Diberitakan sebelumnya, para pangulu menolak penundaan Pilpanag yang seyogyanya digelar tahun 2022 diulur menjadi tahun 2023.
Pada tahun 2022 tercatat 248 Pangulu yang akan selesai masa jabatannya dan melaksanakan Pilpanag.

Sementara tahun 2023 ada 75 Pangulu yang masa jabatannya akan berakhir.

Bupati Radiapoh Hasiholan Sinaga melalui surat Bupati Simalungun No 120/20568/11/2021 tertanggal 29 Oktober 2021 ke Mendagri menyatakan alasan penundaan dikarenakan kemampuan keuangan daerah tahun 2022 sangat terbatas.

Oleh sebab itu Pemkab Simalungun berencana menggelar Pilpanag tahun 2023 secara serentak diikuti 325 Pangulu se Kabupaten Simalungun.

Dalam surat juga dijelaskan, Pangulu yang masa periodesasi berakhir tahun 2022 yang berjumlah 248 orang, akan ditunjuk Penjabat [Pj] Pangulu selama 1 tahun masa jabatan.

Baca juga: Demo Pangulu Menandakan Hubungan Bupati dan Perangkat Desa Retak