SIANTAR, HETANEWS.com - Laporan pengaduan kasus pencabulan diduga dilakukan oleh seorang Kakek inisial TS (75) terhadap cucunya berumur 4 tahun di Polres Siantar dilaporkan ibu korban pada 6 November 2021.

Dalam kasus ini, polisi sampai saat ini belum melakukan penahanan terhadap terlapor. Sementara korban dan Ibunya serta adiknya melarikan diri dari rumah karena merasa terancam.

Menurut Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Banuara Manurung, kasus tersebut sampai saat ini masih ditangani. Para saksi telah dipanggil dan diperiksa. Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada dokter ahli.

"Saksi baru selesai kita periksa semua, kemungkinan beberapa hari lagi kita akan memanggil dokter ahli yang akan memeriksa korban," ucapnya dihubungi, Jumat (26/11/2021) siang.

Ia menjelaskan bahwa korban memang harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu sehingga pihaknya akan memanggil dokter ahli.

"Nanti kalau korban sudah selesai diperiksa sama dokter ahli, akan langsung kita kabari sama abang," kata Banuara mengakhiri.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak [LPA] Siantar, Ida Halanita Damanik mengatakan kasus pencabulan ini dilakukan terlapor sudah berulang kali. Puncaknya pada Jumat tertanggal 5 November 2021. Korban dan terlapor tinggal satu rumah di Kota Siantar.

Peristiwa itu terungkap saat korban mengadu kepada ibunya dan mengatakan kakeknya telah berbuat rudapaksa . Perbuatan terlapor dilakukan saat ibu korban bekerja.

Ibu korban juga menyadari putrinya mulai takut dan menjauh jika bertemu dengan kakeknya. 

"Oppungnya ini melakukan pelecehan seksual terhadap cucunya sendiri, pada saat kedua orang tuanya pergi bekerja dan memang mereka ini satu rumah dengan oppungnya," terang Halanita Damanik, Rabu (10/11/2021). 

Korban didampingi LPA membuat laporan pengaduan ke polisi. Korban dilakukan visum et repertum dan hasilnya terjadi kerusakan pada kemaluan korban. 

Barang bukti lain seperti celana korban telah diserahkan ke penyidik.

Kepala Unit PPA Polres Siantar, Ipda Nana, membantah kasus ini terhalang ditangani lantaran terduga pelaku merupakan ayah dari seorang anggota polisi. 

Hetanews sebelumnya menghimpun informasi itu dari pihak pendamping dan orang tua korban. Nana pun berpendapat itu bukan jadi alasan pelaku tidak ditangkap.

"Tidak tau kalau itu, dan bukan itu bukan menjadi alasan pelaku tidak ditangkap. Melainkan ada prosedur-prosedur yang harus kita jalani," ucap Polisi wanita itu seraya pergi meninggalkan wartawan di teras Aula Polres Siantar, Selasa (16/11/2021).