SIANTAR, Hetanews.com - Nurselina br Gultom als Wati (42) jalan Tenteram Ujung Kelurahan Sukadame Siantar Utara dan terdakwa Candra Pardomuan Sijabat als Pak Lia (42) masing masing dituntut 6 tahun penjara denda Rp 1 Milyar subsider 6 bulan penjara potong tahanan sementara yang telah dijalani. 

Wati sebagai Karyawan Hotel Melinda di jalan Persatuan Siantar, terbukti menjadi perantara dalam jual beli narkotika. Terdakwa membantu Candra Pardomuan Sijabat als Pak Lia menjual narkotika jenis sabu.

Pak Lia dan Wati diamankan petugas pasca tertangkapnya Doni Sitanggang (34) warga jalan Cendana Kelurahan Kahean (disidangkan dalam berkas terpisah), usai membeli sabu dari Wati. Sebagai pembeli sabu, Donni dituntut 5 tahun denda 800 juta subsider 6 bulan penjara.

Penjual sabu dan kurirnya dipersalahkan jaksa Rahmah Hayati Sinaga melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009, sedangkan Doni sebagai pembeli dipersalahkan melanggar pasal 112 UU yang sama tentang kepemilikan narkotika.

Tuntutan jaksa dibacakan dalam persidangan, Kamis (25/11) di Pengadilan Negeri Pematangsiantar dipimpin hakim VIvI Siregar SH. Dalam persidangan, para terdakwa didampingi pengacara Erwin Purba SH secara lisan memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. 

Dengan alasan menyesal "saya mohon hukuman saya diringankan Bu hakim," kata terdakwa secara bergantian.

Menurut jaksa, Doni ditangkap petugas Satres Narkoba Polres Siantar pada Sabtu, 10 Juli 2021 dari salah satu rumah di jalan Medan. Barang bukti yang disita dari Doni sepaket sabu yang diakui dibeli seharga Rp 150 ribu dari Wati.

Siang itu, Doni datang ke Hotel Melinda membeli sabu dari Wati. Kemudian Wati naik ke lantai 2 dikamar 206 menemui Pak Lia dan menyerahkan uang Rp 150 ribu dan memberikan sepaket sabu kepada Doni.

Dari terdakwa Wati disita sepaket sabu dalam tas coklat dekat meja kasir. Sedangkan dari terdakwa Pak Lia disita uang Rp 150 ribu dari saku celananya.

Untuk putusan, persidangan dibantu panitera Meinizar SH dinyatakan ditunda hingga Kamis (2/12) mendatang.