HETANEWS.com - Seorang tahanan Hendra Syahputra dinyatakan meninggal dunia dengan kondisi luka lebam di RS Bhayangkara Kota Medan.

Tahanan yang merupakan tersangka kasus pencabulan diduga dianiaya rekannya seksama tahanan karena menolak memberikan sejumlah uang dengan dalih keamanan dan kebersamaan di sel tahanan titipan Polrestabes Medan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Firdaus membenarkan kasus meninggalnya tahanan ini.

"Iya benar, ada 6 orang tahanan yang kita periksa," kata Firdaus Kamis (25/11/2021).

Pihak kepolisian saat ini tengah memeriksa 6 orang tahanan termasuk diantaranya seorang kepala kamar yang diduga meminta sejumlah uang pada kelurga korban dan melakukan penganiayaan hingga tewas. Mereka adalah W alias Aseng Kecil (20), T alias Rendi (35), JZ (25), NP (21), HS (45), di an HM (44).

Muhammad Firdaus menyatakan turut berbelasungkawa atas meningalnya korban dan mendatangi rumah duka, di kompleks Taman Setia Budi Indah, Blok GG. Pihak keluarga tidak terima dengan meninggalnya korban dengan kondisi tidak wajar. Adik korban,

Hermansyah menyebutkan kalau saudaranya itu tewas dengan kondisi pelipis pecah, punggung lebam, kaki sebelah kiri sepertinya patah, terus ada luka bakar seperti sundutan rokok dan punggungnya penuh lebam

Dia menyebutkan mengatakan bahwa sebelum meninggal dunia, korban sempat meminta sejumlah uang dari mulai Rp.100.000 hingga Rp.5.000.000.

"Ada kepala kamar tahanan yang meminta sejumlah uang seratus ribu, lima ratus ribu dan sudah kami kirimkan melalui transfer, ada bukti transfer dan rekaman percakapan," katanya.

Awalnya korban dituduh melakukan tindak pidana pencabulan hingga diserahkan ke Polsek Pancur Batu. Namun karena di sana tidak memiliki unit Reserse Kriminal Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), kasusnya kemudian diserahkan ke Polrestabes Medan hingga dititipkan ke dalam sel tahanan.

"Diserahkan dengan sehat ke Polrestabes Medan, eh dapat kabar kami udah ninggal, pada tubuh korban banyak bekas lebam seperti dianiaya. Kami sudah mengambil langkah hukum dengan mengotopsi jenazah abang kami, dan saya minta agar polisi segera mengungkap kasus ini," katanya.

Sementara itu korban awalnya Senin (22/11/2021) pukul 10.00 WIB mengalami demam lalu dibawa ke URKES untuk mendapatkan pengobatan.

Kemudian pada tanggal 23 November sekira pukul 3.30 WIB demamnya semakin tinggi hingga akhirnya pada malam harinya sekira pukul 22.00 WIB dinyatakan meninggal dunia oleh dokter yang merawatnya.

Sumber: indozone.id